Proyek pembangunan tol Trans Sumatera masih berjalan. Pemerintah akan menunjuk 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggarap tol sepanjang 2.600 kilometer (km) ini.
Awalnya, hanya PT Hutama Karya (HK) yang ditunjuk pemerintah dalam mega proyek ini. Namun, pemerintah akhirnya memutuskan menambah perusahaan pelat merah yang terlibat supaya tol ini bisa dibuka 2018 nanti.
"Ini harus penugasan, yaitu Jasa Marga, Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Hutama Karya. Tapi yang diutamakan Hutama Karya karena 100% milik pemerintah," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya pembangunan cepat, dibagi per seksi. Umpamanya Waskita Karya seksi I, Wijaya Karya seksi 2, sehingga proyek bisa dilakukan pada saat yang sama. Sehingga Insya Allah, 2018 bisa selesai," ujarnya.
Total jalan tol Trans-Sumatera memiliki panjang sekitar 2.600 km. Awalnya ada empat ruas yang didahulukan itu, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar, Pekanbaru-Kandis-Dumai, dan Medan-Binjai.
Namun dalam perkembangannya prioritas pembangunan di arahkan ke Tol Bakauheni hingga Tanjung Api-Api sepanjang 434 km dengan investasi Rp 50 triliun lebih. Hal ini untuk mendukung 'tol laut' Presiden Joko Widodo (Jokowi).
(ang/hen)











































