Ini Panjangnya Rantai Perdagangan Beras Hingga ke Tangan Konsumen

Ini Panjangnya Rantai Perdagangan Beras Hingga ke Tangan Konsumen

- detikFinance
Senin, 16 Mar 2015 18:40 WIB
Ini Panjangnya Rantai Perdagangan Beras Hingga ke Tangan Konsumen
Jakarta - Rantai distribusi beras yang sehari-hari menjadi pangan pokok, memiliki tahapan yang cukup panjang. Pola distribusi beras di dalam negeri melalui proses yang cukup panjang dari hulu sampai ke hilir atau dari petani hingga konsumen.

Ketua Umum Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Jakarta (Koppic Jaya) Zulkifly Rasyid menjelaskan panjangnya rantai perdagangan beras di dalam negeri.

"Dari petani gabah dikumpulkan oleh pengepul di daerah. Kemudian dari sana, dibeli kembali oleh pedagang yang memiliki pabrik penggilingan agar gabah bisa diolah menjadi beras," katanya kepada detikFinance, Senin (16/03/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya di kawasan Jawa Barat harga gabah kering saat ini dihargai Rp 4.450/kg sedangkan gabah basah Rp 4.200/kg. Gabah yang didapat pengepul kemudian dibeli pedagang yang memiliki penggilingan dengan harga tertentu sesuai kesepakatan.

"Kemudian gabah tadi diolah dipenggilingan hingga menjadi beras. Nah di sini pakai hitungan rendeman yang kita tidak tahu pasti berapa. Biasa hitungannya setiap 1 kwintal gabah hanya jadi 50 kg beras dan dijual per Rp 8.400-8.500/kg," paparnya.

Dari tempat penggilingan, beras kemudian dikirim ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Lagi-lagi perhitungan harga beras ditambah ongkos transportasi yang nilainya sesuai dengan wilayah asal beras.

"Ongkos dari daerah dari Jawa Barat (Bandung) hitungannya Rp 190/kg," tambahnya.

Sampai di Pasar Induk Cipinang oleh pedagang besar, beras kemudian dibeli oleh pedagang wilayah atau disebut agen beras. Dari agen kemudian beras dibeli oleh pedagang eceran dan dibeli kembali oleh warung kecil.

"Sehingga terbentuklah harga yang sekarang ini. Memang rantai pasok beras kita akui cukup panjang," jelasnya.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads