"Tahun ini World Expo digelar di kota Milan Italia di lahan seluas 110 hektar di mana tahun 2015 produk utama yang dipamerkan seperti makanan dan energi untuk masa depan dunia," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nus Nuzulia Ishak saat peluncuran pavilion Indonesia di Expo Milano 2015 di Gedung Utama Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (17/03/2015).
Acara ini juga dihadiri Ketua Koperasi Pelestarian Budaya Nasional (KPBN) Didi Petet Widiatmoko, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa produk Indonesia siap dipamerkan di acara tersebut. Mulai dari produk kuliner, produk ikan hingga kapal perang buatan PT PAL (Persero).
"Pavilion Indonesia berdiri di lahan seluas 175 meter persegi bersebelahan dengan negara Qatar dan Monaco. Lima zona yang akan kita pamerkan antara lain pangan di mana kita pamerkan rempah, kuliner, dan cokelat, lalu ada sektor energi ring of fire berupa panas bumi dan sektor maritim yaitu pariwisata marcopolo hingga kapal perang buatan PT PAL," paparnya.
Agar lebih menarik perhatian pengunjung, pavilion menggunakan layar 3 dimensi dilengkapi dengan pergelaran tarian, musik dan peragaan kuliner Indonesia. Sehingga pengunjung bisa mendapatkan gambaran soal Indonesia dan seolah-oleh pengunjung merasakan telah berkunjung di Indonesia.
Kemudian untuk lebih menarik lagi pengunjung lainnya, Kemendag menggunakan simbol patung Badak Jawa yang terbuat dari perunggu seberat 500 kg bermotif batik mega mendung. Nantinya patung ini akan dihibahkan kepada salah satu museum di negara Vatican untuk dipamerkan sebagai produk asli buatan Indonesia.
"Kita hibahkan kepada sebuah museum di Vatican. Akan dibuat di Indonesia dan akan dikirim pada pertengahan April 2015," jelasnya.
Selain Kemendag, acara ini didukung kementerian lintas sektoral dan perusahaan swasta seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPOM, Kemenko bidang Kemaritiman, PGN, Sinar Mas, Astra Internasional, Djarum, hingga Artha Graha Peduli.
(wij/ang)











































