Kelompok muda yang tergabung dalam Karang Taruna, menggerakkan warga untuk 'mem-booming-kan' budidaya jamur sebagai salah satu kegiatan okonomi.
Peluang ini juga mendapat dukungan dari Sampoerna Foundation dan Yayasan Sahabat Wanita, dengan melakukan program pendampingan terhadap para petani jamur, dan wirausaha mikro penjual produk-produk olahan jamur ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendampingan ini juga memiliki tujuan memotivasi masyarakat, agar kegiatan ekonomi kerakyatan ini bisa dikelola lebih modern, sehingga bisa memberi nilai tambah lebih besar bagi perekonomian masyarakat di Karawang.
Sedikitnya ada 50 kelompok tani yang mendapatkan bantuan penyediaan bahan baku budidaya jamur tiram putih. Serta bantuan bedah warung, terhadap 100 warung yang terbagi dalam 2 desa, yakni 50 warung di Desa Paseur Jaya dan 50 Warung di Desa Sukaluyu.
Kegiatan usaha budidaya jamur tiram putih di Karawang sebenarnya sudah marak. Hanya saja, masih banyak kendala yang dihadapi para petani budidaya jamur ini. Kendala utamanya, masalah penjualan dan manajemen usaha.
Lewat bantuan ini, diharapkan, kegiatan ekonomi yang sudah berjalan ini bisa lebih menggeliat lagi.
"Tujuannya adalah agar masyarakat bisa menciptakan lapangan kerjanya sendiri dengan mandiri dan mengurangi pengguran. Karena Karawang ini termasuk kawasan yang punya peluang besar bila potensi yang ada bisa dimaksimalkan," tutur Direktur Putera Sampoerna Foundation, Ben Suadi, dalam kesempatan yang sama.
Hal ini pun disambut positif oleh pemimpin daerah setempat. "Mudah-mudahan cita-cita Karang Taruna di Karawang untuk mem-booming-kan jamur tiram putih ini bisa terealisasi. Sehingga bisa sekaligus menghapuskan kemiskinan di Kabupaten Karawang," pungkas Wakil DPRD Kabupaten Karawang, Sri Agustina.
(dna/dnl)











































