"Di dalam 180 hari ini memang ada berbagai macam even, salah satunya itu. Beberapa kuliner kita tampilkan ditambah bagaimana memasaknya," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nus Nuzulia Ishak, saat ditemui di Gedung Utama Kemendag, Jalan Ridwan Rais Jakarta, Selasa (17/03/2015).
Nus menjelaskan, selain Kemendag, ada 17 Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang mengikuti acara ini. Belum lagi pemerintah melibatkan sektor usaha swasta seperti Artha Graha Peduli, Astra Internasional, hingga Djarum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target yang ingin didapat pemerintah dari gelaran pameran yang dilakukan 5 tahun sekali itu tidak main-main. Kemendag membidik ekspor ke Uni Eropa khususnya, naik 3 kali lipat hingga 2019.
Di 2014 lalu, nilai ekspor Indonesia ke Uni Eropa sebesar US$ 16,8 miliar, surplus sebesar US$ 4,2 miliar. Target yang diusung Kemendag, ekspor ke Uni Eropa hingga 2019 menjadi US$ 50 miliar.
"Pak menteri target cukup besar. Produk unggulan dari CPO dan turunannya yang banyak mengisi komoditi ekspor kita. Lalu pakaian olahraga cukup bagus, dan technical spesified rubber kedua terbesar. Komoditi ini yang menjadi andalan kita ke depan," paparnya.
Tidak hanya itu, ada misi khusus pemerintah dalam pameran yang berlangsung di kota Milan, Italia itu. Pemerintah ingin meyakinkan Uni Eropa bila produk sawit atau CPO (Crude Palm Oil) dan turunannya ramah lingkungan. Selama ini Uni Eropa selalu mendesak CPO asal Indonesia dengan berbagai kampanye hitam.
"Hambatan seperti CPO yang menjadi komoditi ekspor kita mengalami kampanye hitam. Kita di sana akan membangun citra kita mengenai informasi CPO yang saya kira sudah sesuai ramah lingkungan. Jadi bagaimana kita nation branding," jelasnya.
(wij/dnl)











































