Udang Asal Indonesia Rajai Pasar AS

Udang Asal Indonesia Rajai Pasar AS

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2015 18:20 WIB
Udang Asal Indonesia Rajai Pasar AS
Jakarta - Ekspor udang Indonesia pada Februari 2015 merajai pasar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan nilai perdagangan Indonesia di Februari 2015 mengalami surplus US$ 738,3 juta. Hal ini terjadi karena ekspor yang dibukukan mencapai US$ 12,3 miliar, sedangkan impornya hanya US$ 11,6 miliar.

Faktor pendukung surplus perdagangan di Februari 2015 adalah meningkatnya ekspor produk non migas antara lain yaitu disumbang ekspor produk udang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel bahkan mengatakan saat ini produk udang Indonesia menguasai pangsa pasar Amerika Serikat (AS).

"AS selama 2015 masih merupakan negara tujuan ekspor non migas terbesar. Pangsa pasar hampir 10% dari total ekspor nonmigas Januari-Februari 2015. Indonesia juga berhasil menjadi penguasa pasar udang Amerika Serikat 23%," ungkap Gobel saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (17/03/2015).

Indonesia bahkan mengalahkan negara-negara pengekspor udang lainnya seperti India, Malaysia hingga Ekuador. "Mengalahkan India, Ekuador, Vietnam, Thailand, dan Malaysia," imbuhnya.

Berdasarkan data perdagangan Pemerintah AS Indonesia mencetak rekor sebagai 'penguasa' ekspor udang ke AS dengan nilai US$ 93,5 juta atau mendominasi dengan menguasai pangsa pasar sebesar 22,7%.

Produk udang yang merajai AS adalah peeled frozen warmwater shrimp. Data ekspor yang dilansir Pemerintah AS ini menunjukkan kinerja ekspor pada Januari 2015.

Posisi Indonesia disusul India yang membukukan ekspor total US$ 91,4 juta, atau menguasai 22,19% pangsa pasar. Posisi ketiga ditempati oleh Ekuador dengan nilai ekspor US$ 51,1 juta dan pangsa pasar 12,41%.

Dari kawasan ASEAN, Vietnam meraup sekitar US$ 44,3 juta dengan pangsa 10,7%, dan Thailand berhasil menjaring US$ 34,2 juta dengan pangsa 8,3%. Sedangkan Malaysia mencetak angka US$ 14,3 juta dengan pangsa 3,49%.

Gobel menegaskan Indonesia harus bisa mengawal momentum kinerja ekspor yang sudah baik ini agar ekspor meningkat sepanjang tahun. Indonesia juga harus menjaga agar hama penyakit yang sedang dialami oleh produsen udang lainnya di dunia tidak terjadi di Indonesia. Produk udang
adalah top seafood yang diminati pasar AS sehingga peluang bisnisnya sangat menjanjikan.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads