Bahlil yang berlatar belakang sebagai pengusaha dari nol, mengawali karir dari seorang sopir angkot ini siap mendung pemerintah dalam hal penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS.
"Sesuai arahan Bapak Presiden kepada para kader dan anggota HIPMI yang mengacu pada Undang Undang No.7 Tahun 2011, kami diminta untuk menggunakan rupiah dalam setiap transaksinya," kata Bahlil sesaat setelah diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/03/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Hipmi menilai enam paket tersebut masih berupa langkah awal dan pemerintah masih punya langkah-langkah berikut untuk memperkuat perekonomian nasional. Sejalan dengan Presiden, ia mengimbau agar semua anggotanya dan pengusaha nasional agar memanfaatkan rupiah dalam setiap transaksi.
"Sebagai bangsa Indonesia, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan mata uang Rupiah dalam setiap transaksinya guna mendukung penguatan nilai Rupiah," kata Bahlil.
Bahlil mengatakan, untuk menghadapi persaingan bisnis ke depan, negara ini membutuhkan lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha tangguh nasional. Sebab itu, keberpihakan kepada pelaku usaha nasional merupakan kunci sukses agar pengusaha nasional dapat berbicara di negaranya sendiri.
Bahlil mengatakan, tidak akan muncul pengusaha-pengusaha lokal yang tangguh tanpa bantuan dan keberpihakan dari pemerintah.
“Sebab itu, usul ini langsung disambut Presiden dan beliau menyatakan siap membantu," katanya.
Bahlil mengatakan, dampak dari aksi nyata (affirmative action) ini akan memunculkan pengusaha-pengusaha muda yang kuat dalam kurun 20 tahun mendatang.
"Kalau kita belajar pada zaman orde baru, di mana waktu itu para tokoh muda akhirnya menjadi pengusaha nasional. Nah, kebijakan ini harus diapresiasi dengan sungguh-sungguh, dan beliau (presiden) sangat respons sekali dengan keberadaan Hipmi," ujarnya.
(hen/ang)











































