Penandatangan kerjasama kedua negara dilakukan antara Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono dan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Enna Viant di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Bentuk kerjasama dua negara ini meliputi sejumlah hal penting yaitu pertukaran informasi dan dokumen ilmiah teknis bidang pertanian, transfer teknologi termasuk pelatihan seminar dan lokakarya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipilihnya Kuba sebagai mitra dalam kerjasama ini karena dianggap sebagai salah satu negara yang berhasil melakukan perubahan besar dalam peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian.
"Ke depan, perjanjian ini diharapkan bisa menjadi payung kerjasama lebih lanjut bagi kemajuan pembangunan pertanian dua negara," tutur Hari Priono.
Selama ini, Kuba mempunyai keunggulan dan pengalaman yang lebih tentang pengembangan etanol untuk pengembangan bio-energi. Negara yang pernah dipimpin oleh Fidel Castro ini termasuk produsen gula dunia.
(dna/hen)











































