"Trans Java ada 4 titik belum tersambung. Batang-Pemalang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, dan Solo-Ngawi-Kertosono," kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, di acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) JSMR, di area Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Tahap awal, Jasa Marga membidik ruas Solo-Ngawi-Kertosono. Ruas ini dibidik karena pembebasan lahan sudah mencapai 80%. Sedangkan ruas lahan sisanya diharapkan bebas akhir tahun ini. Sehingga JSMR menggarap proyek mulai awal 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk ruas Trans Sumatera, Jasa Marga kerjasama dengan konsorsium BUMN yakni PT Wijaya Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero). Konsorsium ini baru akan bekerja menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pembangunan jalan tol di Sumatera.
"Trans Sumatera kita kerjakan sisi selatan, yakni Bakauheni-Terbangi Besar-Pematang-Panggang-Kayu Agung sepanjang 383 Km. Ini sinergi BUMN. Kepres masih HK (Hutama Karya). Tapi ruas sepanjang 383 Km ini bisa dikroyok BUMN. Ini masih tunggu revisi Pepres," ujarnya.
Untuk mengembangkan ruas tol baru, Jasa Marga menyiapkan belanja modal hampir Rp 4 triliun di 2015.
"Kami laporkan proyeksi di 2015 capex-nya Rp 3,9 triliun," ujarnya.
(feb/rrd)











































