Indonesian Port Corporation (IPC) atau PT Pelindo II (Persero) menargetkan mulai meresmikan dibukanya terminal I Pelabuhan Kalibaru atau New Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada September 2015. Terminal yang dibuat di atas laut ini mulai groundbreaking pada 21 Maret 2013 oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Soft opening September 2015 untuk terminal I," kata Direktur Utama IPC RJ Lino saat menyambangi kantor detikcom, Rabu (18/3/2015).
Lino mengatakan selesainya terminal I New Tanjung Priok maka, Pelabuhan Tanjung Priok bisa disinggahi kapal-kapal ukuran lebih besar 10.000 TEUs, karena punya kedalaman pelabuhan hingga 16 meter. Sedangkan selama ini hanya kapal-kapal ukuran 5.000 TEUs yang bisa merapat ke Tanjung Priok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lino mengilustrasikan kapal-kapal dari Chili, Meksiko, termasuk di Asia seperti dari Tiongkok yang menuju Afrika akan melewati Semenanjung Malaysia, Jakarta, hingga Afrika melalui Samudera Hindia.
"Nanti konstelasi jalur logistik makin menarik Pelabuhan Priok menjadi embarkasi terakhir, sebelum kapal menuju Samudera Hindia, melalui Selat Sunda," katanya.
Terminal I dibangun di atas laut Teluk Jakarta, membutuhkan total 9.185 tiang pancang untuk membangun terminal peti kemas ini. Keseluruhan panjang dermaga terminal I mencapai 800 meter dengan kapasitas daya tampung sebesar 1,5 juta TEUs.
IPC mendapatkan utang dari 7 konsorsium bank asing sebanyak US$ 1 miliar untuk membiayai pembangunan proyek ini. Ketujuh bank asing tersebut yakni Deutsche Bank, ANZ, BTMU, SMBC, Mizuho, Societe Generale, dan UOB.
(hen/hds)










































