Hal ini karena masyarakat di Indonesia masih enggan menggunakan BBG untuk kendaraan bermotor padahal harganya murah daripada BBM.
"Penggunaan BBG sampai saat ini masih rendah, masyarakat masih enggan menggunakannya, padahal harganya jauh lebih murah hanya Rp 3.100/lsp atau setengahnya harga BBBM (bahan bakar minyak)," ujar Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, IGN Wiratmaja Puja, di acara 9th Natural Gas Vehicles & Infrastructure Indonesia Forum & Exhibition, di Hotel Dharmawangsa, Kamis (19/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, harga konverter kit berserta satu set tabung CNG (gas terkompresi) masih sangat mahal di atas Rp 12 juta/paket.
"Makanya agar masyarakat makin terdorong pakai BBG, pemerintah akan bagikan konverter kit gratis. Namun ini hanya khusus untuk kendaraan angkot dan kendaraan dinas saja," ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan membagikan 200-500 satu set unit konverter kit gratis ke setiap SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas).
"Nantinya SPBG yang membagikan ke angkot. Kita dorong biar masyarakat tahu, kalau pakai BBG itu jauh lebih hemat, mesin lebih bertenaga dan tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan," tutup Wiratmaja.
Program konversi dari BBM ke BBG harus dilakukan agar Indonesia tak selalu ketergantungan impor minyak dan bahan bakar minyak. Alat converter kit merupakan alat tambahan dalam kendaraan yang semula memakai BBM, dengan adanya alat ini maka kendaraan yang berbasis BBM bisa menggunakan BBG.
(rrd/hen)











































