Mengutip riset yang termuat di situs IMF, Jumat (20/3/2015), IMF menilai kebijakan makro ekonomi Indonesia selama 18 bulan terakhir mampu meredam gejolak eksternal. Cadangan devisa pun semakin meningkat dan koordinasi antar otoritas semakin membaik.
Tahun ini, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5,25%. Sementara inflasi diperkirakan berada di rentang 3-5%, sesuai target Bank Indonesia (BI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbankan masih beroperasi dengan sehat. Namun untuk korporasi, masalah utang luar negeri menjadi hal yang perlu diperhatikan.
IMF memperingatkan Indonesia tidak luput dari risiko terutama yang berasal dari luar negeri. Perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama seperti China akan mempengaruhi kinerja ekspor dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
"Kemudian, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya menghilangkan hambatan-hambatan investasi, memperluas negara tujuan ekspor, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperdalam pasar keuangan" sebut laporan IMF.
(hds/hen)











































