Edimon Ginting, Wakil Kepala Perwakilan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk Indonesia, mengatakan Indonesia punya potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Kuncinya adalah memulihkan kinerja ekspor.
"Pertumbuhan ekonomi 6% itu terjadi kalau kita sukses dalam ekspor," ungkapnya dalam diskusi Asian Development Outlook 2015 di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (24/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, tambah Edimon, Indonesia perlu mengalihkan orientasi ekspor menjadi produk manufaktur. Dengan begitu, produk Indonesia memiliki keunggulan dan bisa berkompetisi dengan negara lain.
"Kendaraan bermotor, tekstil, produk olahan mineral. Story ini perlu diperbesar ke depan. Kita tidak ada pilihan selain mengoptimalkan produk manufaktur," tegasnya.
Dengan demikian, menurut Edimon, pertumbuhan ekonomi yang tercipta pun lebih berkualitas. Industri manufaktur yang tumbuh tentunya akan membuka banyak lapangan kerja, sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa berkurang.
"Kalau batu bara dan komoditas lain itu ekspornya tinggi tapi nggak banyak berikan lapangan kerja. Beda dengan manufaktur, akan banyak tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya. Sehingga muncul lah ekonomi berkualitas," paparnya.
(mkl/hds)










































