Dulu Tak Dilirik, Kini KAI Jadi Incaran Pencari Kerja

Dulu Tak Dilirik, Kini KAI Jadi Incaran Pencari Kerja

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2015 14:45 WIB
Dulu Tak Dilirik, Kini KAI Jadi Incaran Pencari Kerja
Jakarta - Sebelum ada perbaikan kesejahteraan dan jenjang karir, lulusan perguruan tinggi atau pelamar kerja tidak melirik PT Kereta Api Indonesia (Persero). KAI dinilai memiliki image atau citra yang kurang baik.

Perbaikan wajah perkerataapian yang diikuti peningkatan kesejahteraan dan perbaikan jenjang karir membuat image KAI berubah. KAI mulai menjadi incaran para pencari kerja.

Hal ini disampaikan oleh mantan juru parkir alias langsir kereta dan penjaga pintu perlintasan yang kini menjadi Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Api Logistik (KA Log) Subakir. KA Log merupakan anak usaha KAI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kereta api mulai dilirik untuk jadi tujuan lapangan kerja. Sudah mulai dibanjiri kalau rekrutmen pegawai diumumkan secara luas," kata Subakir saat berbincang santai bersama detikFinance di Kantor Pusat KA Log, Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2015).

Minat mendaftar kerja di KAI dan anak perusahaannya semakin tinggi. Akibatnya KAI harus melakukan seleksi administrasi ketat.

"Pendaftar ada puluhan ribu kalau nggak disaring. Lapangan sepakbola nggak cukup dipakai tes," ujarnya.

Daya tarik KAI sebagai tujuan pengembangan karir bukan isapan jempol. Seperti Subakir hingga Sugeng Priyono yang kini menjabat Sekretaris Perusahaan KAI, mereka mulai meniti karir dari level pelaksana atau jabatan paling rendah hingga dipercaya duduk di level pimpinan pusat dan anak perusahaan.

Padahal peluang itu sebelumnya sulit bahkan tidak lazim terjadi. Dengan manajemen karir yang dibangun sejak era kepemimpinan Ignasius Jonan, semua karyawan memiliki peluang sama menduduki posisi strategis.

Tidak hanya itu, kesejahteraan pegawai meningkat drastis. Pegawai level pelaksana bisa mengantongi gaji sekitar Rp 5 juta/bulan.

"Sekarang kesejahteraan pegawai sudah tercukupi. Kita bicara pelaksana bisa mencapai Rp 9 juta itu ada, yaitu masinis. Kalau penjaga palang pintu dulu dan sekarang bedanya jauh. Dulu digaji Rp 24.000 tahun 1983, sekarang kita sudah digaji Rp 5 juta," paparnya.

(feb/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads