Bulog Mulai Ekspor Beras Perdana Februari 2005

Bulog Mulai Ekspor Beras Perdana Februari 2005

- detikFinance
Senin, 07 Feb 2005 18:09 WIB
Jakarta - Bulog akan melakukan ekspor beras eks pengadaan dalam negeri 2003 dan 2004 mulai Februari 2005. Saat ini jumlah beras itu posisinya mencapai 1,7 juta ton atau setara dengan 10 bulan penyaluran. Hal ini disampaikan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo kepada wartawan dalam raker dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/2/2005).Widjanarko menjelaskan, jumlah beras itu berlebih karena adanya penambahan stok akibat pembelian yang tidak seimbang dengan outlet penyaluran. Menurutnya, stok akhir menumpuk disebabkan karena tugas Bulog dalam rangka pengamanan harga dasar pembelian pemerintah (HDPP).Sementara keputusan Bulog untuk mengekspor beras itu dikarenakan penyimpanan stok dalam jumlah yang besar berdampak pada biaya perawatan, beban bunga bank, serta risiko penurunan kualitas. "Untuk itu sebagai upaya refreshing stok, ekspor dipandang sebagai alternatif yang dapat dilakukan," kata Widjanarko. Menurut Widjanarko, mengingat ini merupakan ekspor perdana dan kualitas beras Indonesia belum dikenal di dunia internasional, maka untuk penetrasi pasar Bulog harus mampu menawarkan berasnya dengan harga kompetitif. Ketentuannya adalah dengan harga beras internasional yang lebih rendah dibanding harga pokok penjualan beras Bulog yang akan berpotensi mengurangi pendapatan Bulog. Widjanarko menambahkan, Perum Bulog telah menandatangani kontrak jual beli untuk ekspor beras stok lama sebanyak 50 ribu ton dengan Ascot Commodities pada tanggal 22 Oktober 2004 yang akan dikirim ke pasar Afrika dan pengapalan akan mulai dilaksanakan Februari 2005. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads