Ada dua faktor yang membuat pemerintah membuat jangka waktu tersebut. Pertama, pendapatan per kapita masyarakat pada 2025 nanti diperkirakan akan mencapai US$ 8.000 atau dua kali lipat dari saat ini yang sekitar US$ 4.000.
βKereta cepat itu visible jika pendapatan per kapita sudah mencapai US$ 8.000," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan di Kementerian Perhubungan pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemerintah tidak akan membiarkan proyek kereta cepat itu terbengkalai. Menurut Hanggoro sambil menunggu pendapatan per kapita mencapai angka yang ideal dan proyek kereta api luar Jawa selesai maka pemerintah juga melakukan beberapa persiapan untuk proyek kereta api cepat.
Persiapan itu mencakup studi kelayakan, koridornya apa saja, serta mekanisme pembiayaan. Sehingga pada 2020 dilakukan proses lelang dan selanjutnya diikuti dengan proses pembangunan.
"Nanti pada 2025 nanti bisa mulai beroperasi," kata Hanggoro.
(ang/ang)










































