Pembangunan Fisik Rel Kereta Luar Jawa Dikebut Mulai 2017

Pembangunan Fisik Rel Kereta Luar Jawa Dikebut Mulai 2017

- detikFinance
Jumat, 27 Mar 2015 17:40 WIB
Pembangunan Fisik Rel Kereta Luar Jawa Dikebut Mulai 2017
Jakarta -

Pemerintah akan membangun jalur kereta api baru di luar pulau Jawa dalam kurun 5 tahun. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pelaksana proyek mulai bergerak cepat agar pembangunan fisilk proyek ini berjalan mulai 2017 nanti.

Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Hanggoro Budi Wiryawan, rangkaian studi, pengurusan izin dan pembebasan tanah akan diselesaikan dalam kurun waktu 2015 hingga 2016. Saat ini, ada proses yang sudah berjalan yaitu di koridor Sulawesi dan Sumatera.

Di Sulawesi, untuk rute Pare-Pare ke Makassar sepanjang 143 kilometer sudah dilakukan pembebasan tanah sepanjang 30 kilometer. Diharapkan pembebasan tanah sisanya sepanjang 113 kilometer bisa diselesaikan tahun ini sehingga pembangunan fisik bisa dimulai 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan di Sumatera, proses pembebasan tanah untuk jalur sepanjang 70 kilometer dari wilayah Rantau Prapat ke wilayah perbatasan dengan provinsi Riau.

"Dengan ada perintah Presiden untuk membangun dalam waktu 5 tahun maka kita harus bergerak cepat," ujar Hanggoro.

Selain itu, untuk proses pembangunan di Kalimantan dan Papua sedang dalam pengkajian bersama pemerintah daerah untuk memanfaatkan kawasan perkebunan atau hutan produksi. Upaya dilakukan untuk mengatasi medan di kawasan Kalimantan yang banyak memiliki lahan gambut dan kawasan Papua yang berbukit-bukit.

Total panjang rel kereta api di luar pulau Jawa mencapai 3.800 kilometer dengan estimasi biaya sebesar Rp 234 triliun. Proyek ini terdiri dari empat koridor yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Koridor Sumatera dimulai dari wilayah Rantau Prapat, Pinang, Duri, Dumai, Pekanbaru, Rengat, Jambi, Betung, dan berakhir di Palembang. Sedangkan koridor Kalimantan dimulai dari Entikong lalu ke Pontianak, Sanggau Selatan, Banjarmasin, dan Palangkaraya.

Kemudian dilanjutkan dari Banjarmasin ke Balikpapan, Samarinda dan wilayah di Kalimantan Utara. Koridor Sulawesi melintasi Bitung, Manado, Gorontalo, Mamuju, Palu dan berakhir di Makassar. Kemudian koridor Papua melintasi wilayah Sorong, Manokwari, dan Timika.

Hanggoro menambahkan, rel kereta api tersebut rencananya akan terhubung dengan pelabuhan di wilayah-wilayah yang dilewati. Koneksi antara rel kereta dan pelabuhan ini merupakan bagian dari program pembangunan Tol Laut pemerintah.

"Semua program ini outline-nya ke pelabuhan-pelabuhan sehingga kita tidak berdiri sendiri," tutur Hanggoro.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads