Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan rencana kereta cepat masuk dalam penandatanganan kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan China pekan lalu. Namun, pemerintah masih menimbang untuk menentukan teknologi mana yang akan dipakai.
Sofyan mengatakan kerjasama kereta cepat, hanya 1 dari 8 MoU lainnya dengan China termasuk soal target peningkatan perdagangan, dan lainnya. Kereta cepat Jakarta-Bandung memerlukan studi lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan memastikan tahun ini keputusan pembangunan kereta cepat sudah dilakukan pemerintah. Nantinya akan diputuskan apakah akan memakai teknologi China atau Jepang.
"Tapi apakah dengan China, tergantung studi ini," katanya.
Nilai investasi soal kereta belum bisa dipastikan, saat ini masih studi soal skema pembiayaannya yang segera diselesaikan. Sehingga dalam waktu dekat akan diputuskan teknologi kereta mana yang akan dipakai. Selain itu, di China juga sempat dibahas kerjasama pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.
"Kemarin ketemu Adhi Karya dengan perusahaan China untuk membantu LRT. Dari Bekasi ke Jakarta, Depok Jakarta, Bogor Jakarta dan sebagainya," katanya.
(hen/ang)











































