Selain Curi Ikan, Kapal-kapal 'Jumbo' Selundupkan Buah Hingga Miras Impor

Selain Curi Ikan, Kapal-kapal 'Jumbo' Selundupkan Buah Hingga Miras Impor

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 30 Mar 2015 16:35 WIB
Selain Curi Ikan, Kapal-kapal Jumbo Selundupkan Buah Hingga Miras Impor
Kapal Hai Fa yang ditangkap di Merauke
Jakarta - Praktik illegal fishing atau pencurian ikan yang dilakukan kapal pengangkut ikan atau tramper berbendera asing kerap terjadi di wilayah laut Indonesia.

Ada dugaan, kapal-kapal pengangkut ikan yang umumnya berukuran 'jumbo', selain mengangkut ikan secara ilegal ke luar negeri juga melakukan penyelundupan barang impor seperti buah, makanan ringan, minuman keras (miras) ke dalam negeri.

"Kapal-kapal ikan yang melakukan illegal fishing di dunia itu biasa juga menjadi sarana dari smuggling (penyelundupan). Dan itu sudah jelas yang terjadi dengan PT Dwikarya, kapal-kapal trampernya termasuk Hai Fa bila mau' ke dalam Indonesia, mereka bawa miras, bawa bahan pokok, bawa buah, tanpa lewat pintu resmi impor," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (30/03/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Susi, banyak produk makanan yang ada di Wanam, Merauke, Papua justru berasal dari negara lain khususnya China. Selain membawa makanan impor secara ilegal, kapal tramper ini juga menyelundupkan barang berharga pentig dari Indonesia untuk dijual.

"Dan hampir semua buah yang ada di Merauke itu berasal dari sana. Mereka juga mmbawa burung yang hidup, baik kakaktua merah. Sudah menjadi rahasia umum di Wanam seperti membawa tanduk rusa, membawa buaya," papar Susi.

Pernyataan Susi dibenarkan oleh Bupati Merauke, Papua Romanus Mbaraka saat berdiskusi terbatas dengan media di Hotel Gran Hyatt, Jakarta. Ia mengakui kapal-kapal tramper milik PT Dwikarya atau disebut mothership membawa makanan hingga minuman keras impor dari China secara ilegal.

"Benar sekali, mereka kerap membawa nyam-nyam (snack) dan minuman. Di swalayan mini Merauke itu banyak produk dari China. Saya sudah berkoordinasi dengan Bea Cukai karena ini ilegal," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads