Direktur Utama Bank Mutiara Ahmad Fajar mengatakan, selain bagian dari strategi dari Induk usaha untuk melakukan penyeragaman identitas perusahaan, perubahan ini juga merupakan strategi Bank Mutiara untuk memperoleh kepercayaan baru dari para nasabah.
"Bersih-bersih," singkat Ahmad usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mutiara di Kantor Pusat Bank Mutiara, Gedung IFC, Jakarta, Senin (30/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam RUPS kali ini disepakati perubahan nama dari semula PT Bank Mutiara Tbk menjadi PT Bank J Trust Indonesia Tbk. Selain itu ada juga perombakan jajaran Direksi dan Komisaris yang efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
"Kita tidak memungkiri bahwa kita pernah punya sesuatu yang kelam dalam โsejarah perusahaan kami. Tapi seperti kupu-kupu yang berasal dari kepompong, kami juga harus mencari bunga yang indah. Kami ingin yang sudah lampau biar lah tinggalkan di belakang, sekarang kami mulai yang baru," paparnya.โ
โ
Kasus Bank Century mencuat ketika Pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyuntikkan modal sebesar Rp 6,76 triliun untuk menyelamatkan bank tersebut. Jumlah ini menjadi begitu besar dan menarik perhatian masyarakat karena dana penyelamatan Bank Century semula diperkirakan hanya sebesar Rp 632 miliar.
Kenaikan jumlah ini mengakibatkan berbagai tudingan kepada Bank Indonesia (BI) dan Departemen Keuangan sebagai penentu kebijakan penyelamatan Bank Century pada 20 November 2008 melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan.โ
(dna/hen)











































