Tila, seorang pegawai asal Cibubur, Jakarta Timur yang berkantor di kawasan Gambir, Jakarta Pusat ikut mengantre saat menyerahkan SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.
"Dari kantor langsung ke sini untuk setor SPT," kata Tila kepada detikFinance saat ditemui di kantor tersebut, Selasa (31/03/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum sempat saja, lalu lebih sepi sekarang. Kalau hari terakhir biasanya lebih lengang begitu pun tahun lalu juga sama," imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan Syarifuddin. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Balai Kota DKI Jakarta yang datang ke KPP KKP untuk menyampaikan SPT tahunan istrinya yang bekerja di Kelurahan Kosambi, Jakarta Barat. Syarifuddin mengaku sang istri tidak sempat menyampaikan SPT tahunan karena pekerjaan yang cukup sibuk di bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Saya mau menyampaikan SPT istri saya. Istri saya bekerja di bagian PTSP di Kelurahan Kosambi karena terlalu sibuk jadi habis waktunya dia untuk pelayanan di kelurahan jadi enggak sempat serahkan SPT ini," tuturnya.
Syarifuddin juga mengaku punya alasan khusus menyerahkan SPT di KPP yang terletak di kantor Menteri Susi Pudjiastuti.
"Di sini dekat kantor saya di Balai Kota. Sebelumnya pelayanan drop box di Balai Kota ada tetapi tanggal 25 Maret 2015 kemarin sudah berakhir," jelasnya.
Terdapat dua ruangan pelayanan pajak di Gedung KKP, keduanya tampak diisi oleh sekitar 35 sampai 40-an warga yang antre menunggu dilayani petugas pajak.
Antrean pengambilan nomor panggilan sudah dibuka sejak pukul 09.00 WIB. Rata-rata jeda waktu dari mengambil nomor sampai dipanggil petugas pajak sekitar setengah sampai satu jam.
(wij/ang)











































