"Pertemuan saya dengan Wapres berjalan dengan baik. Beliau sangat hangat dan menyambut kedatangan saya. Kami bicara utamanya soal bisnis di kedua belah pihak. Australia investasi di Indonesia, Indonesia investasi di Australia," jelas Grigson di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Grigson ingin agar lebih banyak produk (baik barang maupun jasa) Indonesia yang menembus pasar Australia. Dia mencontohkan jasa pariwisata dan makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian kami bicara tentang makanan kedua negara. Ekspor Indonesia ke Australia cukup baik. Saya lihat mi instan Indonesia di mana pun saya pergi di Australia, itu hal yang sangat baik," sambung Gregson.
Menurut Grigson, saat ini ada sekitar 400 perusahaan Australia di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang sumber daya alam, manufaktur, dan sebagainya.
"Cukup banyak ruang untuk Australia-Indonesia kerja sama. Pengolahan makanan menurut saya itu industri yang bisa jadi contoh klasik. Kami bisa menyediakan komoditas untuk diproses di Indonesia, kemudian dijual Indonesia ke negara lain. Jadi itu sejumlah peluang yang saya lihat," terangnya.
(hds/hen)











































