Bahkan Indonesia pun menargetkan penurunan emisi gas karbon sebaganyak 26% pada tahun 2020. Upaya pencapain target ini dilakukan melalui asistensi dan kerjasama internasional yang menargetkan penurunan total emisi karbon dunia sebesar 41% tahun 2020.
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan pelaksanaan gerakan green jobs ini dilakukan dengan menggalang dukungan dari pekerja dan pengusaha di berbagai perusahaan yang berada di kawasan-kawasan industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ha ini dikatakan Menaker hanif saat menjadi pembicara dalam Forum Economic And Social Council (ECOSOC) Integration Segment tahun 2015 di gedung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB/UN) di New York, Amerika Serikat pada Senin (30/3) petang waktu setempat. Acara ini berlangsung pada 30 Maret -1 April 2015
ESOSOC atau Dewan Ekonomi dan Sosial merupakan badan utama PBB yang mengkoordinasi kerja sama internasional di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan dunia, termasuk kaitannya dengan bidang ketenagakerjaan.
Forum ECOSOC 2015 yang berlangsung pada 30 Maret -1 April 2015 ini mengambil tema “Achieving Sustainable Development through Employment Creation and Decent Work for All dengan melibatkan unsur tripartit (Pemerintah, Pengusaha dan Pekerja) dari 54 negara anggota ECOSOC PBB, ILO, organisasi-organisasi lain di bawah PBB serta LSM/NGO
Hanif mengatakan pada prinsip dasarnya green jobs adalah bagimana melakukan pekerjaan dengan memperhatikan lingkungan, sadar terhadap Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta memberikan dampa perekonomian yang baik.
“ Dengan pelaksanaan green jobs diharapkan memastikan terjadinya pertumbuhan perenomian nasional yang berdampak positif namun berwawasan lingkungan serta menyediakan pekerjaan yang layak (decent work for all) bagi semua,” kata Hanif.
Dikatakan Hanif, pelaksanaan green jobs di Indonesia saat ini sudah dalam tahap mendesak. Pencemaran lingkungan pemanasan global , penebangan hutan perusakan lingkungan perambahan hutan sudah dalam tahap meresahkan dan harus dihentikan.
“Gerakan green jobs ini harus dilakukan secara sinergi dengan melibatkan lintas kementerian dan instansi terkait, pemda, asosiasi dan serikat pekerja/serikat buruh, LSM, akademisi, pemerhati lingkungan dan pihak-pihak terkait lainnya," kata Hanif.
Terkait dengan pengurangan emisi karbon syang hendak dicapai dalam pelaksanaan green jobs, Hanif mengatakan pihaknya optimistis dapat mencapai target penurunan emisi karbon sebanyak 26% pada tahun 2020.
“Targetnya memang cukup luar biasa. Oleh karena itu kami tingkatkan koordinasi lembaga Tripatit dengan melibatkan unsur pemerintah, pengusha dan pekerja untuk melaksanakan green jobs dan mengurangi emisi karbon,”kata Hanif
Langkah-langkah green Jobs dalam mengurangi emisi karbon antara lain adalah pekerjaan layak yang meliputi aspek :pengurangan konsumsi energi dan penggunaan material mentah (raw material) pembatasan pengeluaran emisi gas rumah kaca, minimalisasi sampah (waste) dan polusi Perlindungan dan perbaikan ekosistem.
“Diperlukan gerakan kampanye green jobs kepada masyarakat umum untuk menggalang dukungan. kampanye ini dapat dikaitkan dengan pelaksanaan peningkatan green produktivitas sehingga menguntungkan pekerja maupun pengusaha,” kata Hanif
(zul/hen)











































