Pengusaha Ini Minta Jokowi Lanjutkan Program Setop Penerimaan PNS Baru

Pengusaha Ini Minta Jokowi Lanjutkan Program Setop Penerimaan PNS Baru

- detikFinance
Rabu, 01 Apr 2015 15:25 WIB
Pengusaha Ini Minta Jokowi Lanjutkan Program Setop Penerimaan PNS Baru
Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2015-2018 Bahlil Lahadalia mendorong agar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menghentikan penerimaan Calon PNS baru. Pemerintah harus mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha baru, bukan PNS-PNS baru.

Ia berjanji bakal mencetak pengusaha muda-muda baru di tanah air. Ia menargetkan bisa mencetak 600.000 orang pengusaha baru selama masa kepemimpinannya.

Bahlil mengatakan, sedikit miris mengetahui fakta bahwa Indonesia masih minim pengusaha. Bila dibandingkan dengan Singapura, Malaysia atau Thailand yang jumlah penduduknya tak lebih banyak dari Indonesia, jumlah pengusaha di tanah air justru kalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minimnya jumlah pengusaha kita. Kita 1,3% dari total penduduk. Singapura 7%, Malaysia 4,5% sampai 5% begitu juga dengan Thailand," kata Bahlil.

Bukan hal mudah menurutnya untuk menciptakan pengusaha baru dengan merubah mindset para generasi muda untuk memilih menjadi pengusaha dibanding pegawai negeri sipil (PNS).

"Ini pekerjaan paling berat," tuturnya.

Bahlil bakal memiliki program goes to campus, yang mana akan memberikan pendidikan dan pelatihan untuk generasi muda agar mau menjadi pengusaha.

Di samping itu, Bahlil juga mendorong Presiden Joko Widodo untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara penerimaan PNS agar generasi muda yang baru lulus tak selalu terpaku untuk menjadi pegawai negeri sipil.

"Kalau target kita sebanyak-banyaknya. Sekitar 600.000. Sebanyak 600.000 sampai 1 juta itu bagus," tutupnya.

Sebelumnya, pada era Presiden SBY telah berlaku moratorium penerimaan PNS. Pada era Presiden Jokowi, kebijakan ini dilanjutkan.



(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads