Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Adityawarman menuturkan keputusan ini diambil karena kemacetan di Jakarta sudah terlalu parah. Presiden Jokowi pun melihat secara langsung
"Karena Pak Kokowi melihat tiap hari macet. Beliau minta segera bentuk tim terintegrasi sehingga tahun ini bisa dilaksanakan. Ini jadi bangun LRT," ungkapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/4/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sinergitas antara BUMN dan Pemprov DKI Jakarta," ujarnya.
Dari sisi pendanaan, akan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah dengan konsorsium BUMN. Karena transportasi yang dibangun bersifat publik, jadi harus ada keikutsertaan pemerintah.
"Jadi pemerintah berapa, dari konsorsium berapa. Karena ini kan untuk transportasi publik. Kan enggak mungkin tarifnya mahal. Makanya pemerintah mau berikan subsidi berapa. Nanti dihitung balik lah," terangnya.
LRT nantinya juga akan terhubung dengan transportasi Mass Rapit Transit (MRT). Di mana pada rencananya juga dilanjutkan Kampung Bandan. Bila teralisasi, Ia optimis kemacetan bisa berkurang 30%.
"Kalau ini jadi bisa 30% (berkurang kemacetan), cukup bagus," tegasnya.
(mkl/ang)











































