Untuk pertama kali dalam tiga dekade produksi susu di Uni Eropa (UE) akan ditentukan oleh kekuatan pasar, setelah kuota susu Eropa berakhir pada 1 April 2015.
Diharapkan dengan penghapusan kuota, produsen susu Eropa mampu memasok pasar yang tumbuh cepat di Asia dan Afrika, demikian siaran pers UE yang diterima detikfinance, Rabu (1 April 2015) waktu setempat.
Gagasan di balik penghapusan kuota susu adalah demi memberikan produsen susu Eropa lebih banyak fleksibilitas untuk merespon meningkatnya permintaan, terutama di pasar dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan kuota ini diberlakukan pada 1984 ketika produksi melampaui permintaan dengan tujuan saat itu untuk mengakhiri "danau susu dan gunung mentegaβ di Eropa.
Ketua Komisi Pertanian Parlemen Eropa Czeslaw Siekierski mencatat bahwa sementara beberapa peternak mempunyai kekhawatiran penghapusan kuota itu dapat menyebabkan volatilitas harga, mereka telah menyadari pergerakan itu sejak 2003.
"Kuota Susu tidak melindungi pasar dari fluktuasi signifikan dalam hal harga, pendapatan dan produksi," demikian Siekierski.
Sistem kuota selama ini sering disalahkan mencegah produsen UE untuk menanggapi permintaan produk susu di pasar dunia.
Susu UE diproduksi oleh sekitar 650.000 unit peternakan. Industri ini senilai hampir EUR 55 miliar, adapun perusahaan pengolahan susu mempekerjakan 300.000 orang.
Sementara itu anggota kelompok politik ECR James Nicholson memandang penghapusan kuota sebagai "kesempatan untuk membangun sektor susu lebih percaya diri dan kuat untuk masa depan".
Dia juga mendesak UE agar membantu mengurangi dampak volatilitas harga pada peternak.
(es/es)











































