Pimpinan Rapat yang juga Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron sempat bercanda soal aksi sang menteri. Ia menyebut warna kulit Mentan Amran makin hitam karena terbiasa kena panas matahari saat blusukan ke lapangan.
"Kita berikan apresiasi ke mentan karena sampai hitam gini. Dia ke sawah terus," kata Khaeron saat pembacaan kesimpulan rapat kerja di Komisi IV DPR, Senayan (2/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan tersebut, Komisi IV juga mengapresiasi penyerapan anggaran Kementan tahun 2015 per tanggal 27 Maret 2015 sebesar 6,5%.
"Apabila diperhitungkan terhadap pagu murni tahun 2015, persentasenya lebih dari 13,4%. Ini lebih tinggi jika dibandingkan serapan tahun sebelumnya," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Khaeron menyebut Komisi IV menerima penjelasan Rencana Kerja dan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan tahun anggaran 2015. Pihak Kementan diminta mengawal sebaik mungkin program dan kegiatan pemberdayaan petani.
Komisi IV pada kesempatan tersebut menerima penjelasan terkait pemberitaan bantuan traktor kepada masyarakat di Kabupaten Ponorogo dan perkembangan pemberian bantuan lainnya.
"Selanjutnya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali maka Komisi IV meminta Kementan untuk melakukan sosialisasi pemberian bansos lainnya dengan lebih baik," sebutnya.
Kesimpulan lain, Komisi IV merekomendasikan Kementan mengawal proses pengangkatan 10.000 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP).
Selain itu, Komisi IV meminta Mentan Amran dan jajaran dalam penyaluran benih tidak mengalami keterlambatan dan menjaga kualitas benih yang disalurkan dengan tetap mengutamakan benis dari penangkar lokal.
"Komisi IV meminta Kementan mengkaji mekanisme penyaluran pupuk subsidi meliputi data alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi wilayah serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar melibatkan Gapoktan (gabungan kelompok tani) atau koperasi yang memiliki kemampuan manejerial dan finansial yang baik untuk menjadikan distributor/kios pupuk bersubsidi," katanya.
Komisi IV juga meminta Kementan berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam melakukan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi dan mengoptimalkan kinerja Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3).
Usulan lain Komisi IV meminta Kementan, melakukan kajian terhadap kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk organik.
Komisi IV meminta pemerintah dalam menata tata niaga impor komoditas pertanian. Izin impor harus memperoleh restu Kementan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas pertanian dalam negeri.
"Komisi IV miminta Kementan untuk menindaklanjuti hasil kunjungan kerja reses masa persidangan II tahun sidang 2014-2015 di Provinsi Kalsel, Sulut dan NTT," tutupnya.
(feb/hen)











































