Arif mengatakan, pemerintah harus bisa menambah kapasitas dan kemampuan bandara yang dijadikan transit penerbangan internasional. Terutama Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Denpasar.
"Karena Denpasar harusnya jadi basis untuk attract tourism dari luar ke Indonesia," kata Arif di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Garuda Indonesia satu-satunya patner dari SkyTeam yang berada di wilayah selatan," sambung Arif.
Kebijakan pemerintah untuk memperbanyak negara bebas visa juga disambut baik Arif. Dengan kemudahan berkunjung yang didapat, Indonesia diyakini jadi tujuan wisatawan asing.
"Bagus sekali buat attract pariwisata karena bebas visa, orang akan lihat proses sangat gampang tanpa biaya, berarti meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di antara negara-negara yang ingin berkunjung suatu destinasti," beber Arif.
Di satu sisi, Garuda Indonesia akan terus ekspansi ke luar negeri agar pariwisata Indonesia bisa semakin mendunia. Salah satunya dengan melihat peluang penerbangan ke kota lain di Jerman dan Prancis, selain Belanda dan Inggris yang sudah mendapat sambutan positif.
"Kita juga sedang pelajari wilayah Eropa timur juga sedang kita kalkulasi, masih memungkinkan enggak untuk jadi pertimbangan kita," tandasnya.
(mok/ang)











































