Hari ini, sejumlah menteri Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat di kantor Menko Perekonomian Sofyan Djalil. Hadir dalam rapat ini Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Perindustrian Saleh Husein.
Selain itu, hadir pula Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin. Rapat dilangsungkan sejak pukul 17.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Perry, sejauh ini kondisi inflasi masih sesuai perkiraan BI yaitu 3-5% sepanjang 2015. Dia berharap angka ini bisa terus terjaga.
"Koordinasi ini untuk memastikan harga makanan dan langkah yang lain terkendali," ujarnya.
Perry menilai kebijakan reformasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah cukup membantu dalam meredam inflasi. Per 1 Januari 2015, pemerintah mencabut subsidi untuk BBM jenis Premium dan memberikan subsidi tetap (fixed subsidy) Rp 1.000/liter untuk Solar.
Dengan kebijakan ini, perubahan harga BBM tidak akan terlalu drastis sehingga menimbulkan lonjakan inflasi. Ini terlihat dari Januari-Februari 2015 yang terjadi deflasi.
"Apa yang dilakukan oleh pemerintah sudah bagus. Justru itu fenomenanya maka Januari dan Februari deflasi sangat tinggi. Di Maret ada kenaikan, tapi melihat secara keseluruhan 2015 kan masih deflasi," terang Perry.
Perry menilai, dengan berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah, cukup rasanya mengendalikan inflasi. Saat Ramadan-Idul Fitri tiba, yang dibutuhkan tinggal koordinasi untuk menjamin ketersediaan bahan pokok.
"Apa yang dilakukan pemerintah saya rasa cukup bagus," tukasnya.
(mkl/hds)










































