RI Berharap Bisa Dapat 50% Lebih dari Ladang Migas Blok A
Selasa, 08 Feb 2005 18:22 WIB
Jakarta - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, pemerintah berharap bisa mendapatkan split 50 persen lebih dari ladang migas Blok A di Aceh. Negosiasi terakhir split-nya masih 50:50 dengan harga gas US$ 3,2/MMBTU."Ada pengarahan dari pemerintah kalau bisa split-nya ditambah untuk kita. Kita lebih dari 50 persen. Sekarang negosiasi terakhir masih 50:50 dan harga gasnya US$ 3,2/MMBTU. Tadi Pak Menko (Menko Perekonomian Aburizal Bakrie) melaporkan bahwa pabrik pupuk bersedia membayar dengan harga cukup tinggi, sehingga subsidinya bisa lebih rendah," kata Purnomo usai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, (8/2/2005). Saat ini Blok A dikelola Exxon Mobil dan Conoco Philip dengan operatornya Conoco. Diharapkan Blok A bisa dikembangkan lagi karena akan menciptakan multiplayer effeck kepada masyarakat Aceh. "Karena ini ada pengembangan proyek dan itu akan membuka lahan pekerjaan baru," katanya.Pemerintah sendiri berharap Blok A bisa beroperasi pada tahun 2007-2008. "Jadi kalau split-nya lebih misalnya menjadi 51 atau 52 persen, itu berarti harganya lebih tinggi. Sekarang tinggal dihitung saja, berapa harga gasnya, nanti sisanya disubsidi oleh pemerintah. Karena memang gasnya itu untuk pabrik pupuk. Dan, kalau gas untuk pabrik pupuk, kita sudah komit untuk disubsidi," paparnya.Saat ini, lanjut dia, pemerintah mengambil kebijakan membuka dua pabrik pupuk dan tahun ini pemerintah telah melepaskan 12 kargo. Untuk jangka panjang tiga pabrik pupuk bisa dibuka, tetapi pembukaan ketiga pabrik tersebut masih menunggu Blok A dibuka. "Tiap pabrik pupuk membutuhkan sekitar 60 MMSSG/MMBTU/hari.Keputusan mengenai split tersebut diharapkan bisa diperoleh hari ini setelah dilakukan negosiasi selama empat tahun.Mengenai negosiasi proyek Cepu, di tempat terpisah, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, akan menyelesaikan hal itu sebaik-baiknya dan akan dirapatkan setelah Presiden SBY pulang dari Singapura.Saat ini cadangan gas Indonesia diperkirakan mencapai 188 triliun kubik. Sementara cadangan batubara mencapai lebih dari 100 tahun.
(umi/)










































