Lima Tahun Lagi Industri Wajib Pakai Gas dan Batu Bara

Lima Tahun Lagi Industri Wajib Pakai Gas dan Batu Bara

- detikFinance
Selasa, 08 Feb 2005 19:18 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie berharap dalam kurun waktu tidak lebih dari 3-5 tahun seluruh industri nasional yang berlokasi di daerah-daerah penghasil gas tidak lagi menggunakan BBM sebagai bahan bakarnya, melainkan gas dan batu bara."Kebijakan pemakaian energi yang baru itu adalah memakai gas dan batu bara bagi industri yang akan dikembangkan di masa datang. Tidak boleh memakai BBM, strategi ini akan diterapkan untuk pengembangan industri di daerah-daerah penghasil gas," kata Ical usai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (8/2/2005).Berdasarkan pengamatan, lanjut dia, daerah penghasil gas yang berkembang justru karena ada industri, seperti Aceh dan Bontang."Maka kita akan terapkan strategi pengembangan industri yang menggunakan gas di daerah-daerah penghasil gas lainnya. Seperti Bontang yang produksi gas sudah begitu banyak. Bahkan ada yang tidak dipompa keluar karena belum tahu mau dipasarkan ke mana," katanya.Kebijakan tersebut, kata dia lagi, akan dimulai dari sekarang. "Kita umumkan sekarang bahwa kebijakan industri yang akan datang memakai energi yang besar depositnya, yaitu gas dan batubara. Nah itu saya kira tidak terlalu lama, dalam jangka tidak lebih dari 3-5 tahun kebijakan ini sudah bisa dilakukan oleh Pak Andung (Menteri Perindustrian)," katanya.Dengan pemakaian gas yang lebih besar dan berkembangnya industri-industri di daerah penghasil gas, diperkirakan dengan sendirinya kebutuhan BBM di kawasan itu akan menurun.Ical membantah kebijakan ini terkait dengan rencana kenaikan BBM. "Tidak ada hubungannya dengan masalah harga BBM. Semata-mata untuk optimalisasi sumber energi yang depositnya lebih tinggi. Mau dipakai kemana produksi gas kita," katanya.Dijelaskan, jika 50 persen kalangan industri yang semula memakai BBM pindah ke gas dan batu bara, maka Indonesia bisa lebih banyak mengekspor minyak mentah sehingga pendapatan dari ekspor minyak akan meningkat. "Memang dampak untuk APBN 2005 belum ada. Mungkin di tahun-tahun depan," katanya (umi/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads