RI Belum Bisa Lepas dari Pangan Impor, Ini Daftarnya (2)

RI Belum Bisa Lepas dari Pangan Impor, Ini Daftarnya (2)

- detikFinance
Senin, 06 Apr 2015 08:08 WIB
RI Belum Bisa Lepas dari Pangan Impor, Ini Daftarnya (2)
Jakarta - Sampai sekarang, Indonesia belum bisa lepas dari bahan pangan impor. Buktinya, mulai dari garam, bawang, minyak goreng, teh, hingga beras masih dipasok dari negara lain.

Data tersebut terangkum dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (6/4/2015).

Datangnya pangan impor berasal dari banyak negara. Mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, hingga Brasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rinciannya bagian kedua.

7. Jagung

Impor jagung pada Februari 2015 tercatat mencapai 300.986 ton atau US$ 71,3 juta. Tidak jauh berbeda dibandingkan bulan sebelumnya, dengan volume 341.657 atau US$ 75,3 juta.

Akumulasi dalam dua bulan tersebut adalah 642.644 ton atau US$ 146,6 juta.

Lalu dari mana saja asalnya?

Paling besar datang dari Brasil dengan volume 153.329 ton atau US$ 34,5 juta. Kemudian adalah Argentina dengan 108.590 ton atau senilai US$ 24,6 juta.

Selanjutnya India, yang memasok 38.444 ton atau US$ 10,7 juta, Filipina 188 ton atau US$ 817 ribu, Thailand 167 ton atau US$ 416 ribu, serta akumulasi negara lainnya dengan total 266 ton atau US$ 142 ribu.

8. Bawang

Bawang merupakan salah satu bahan baku masakan Indonesia yang selama ini masih diimpor. Baik itu bawang merah maupun bawang putih, diimpor dari berbagai negara.

Bawang merah, pada Februari 2015 diimpor sebanyak 836 ton atau senilai US$ 263 ribu. Secara keseluruhan, bawang berasal dari Thailand.

Kemudian bawang putih pada bulan yang sama diimpor sebanyak 39.390 ton atau US$ 27,5 juta. Semuanya berasal dari Tiongkok.

9. Cabai

Cabai jenis awet sementara pada Februari diimpor sebanyak 361 ton atau US$ 404 ribu. Asalnya adalah dari Thailand 188 ton atau US$ 196 ribu, dan Tiongkok 172 ton atau US$ 208 ribu.

Untuk cabai jenis kering tumbuk juga diimpor sebanyak 2.001 ton atau US$ 2,5 juta. Impornya berasal dari :

  1. India 1.585 ton atau US$ 1,8 juta
  2. China 307 ton atau US$ 509 ribu
  3. Malaysia 97 ton atau US$ 91,4 ribu
  4. Jerman 2,1 ton atau US$ 18 ribu
  5. Thailand 3 ton atau US$ 28 ribu
  6. Negara lainnya 6,3 ton atau US$ 18,7 ribu

Β 

10. Minyak Goreng

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, masuknya minyak goreng impor di Februari 2015 mencapai 9.423 ton atau US$ 6,7 juta. Naik sekitar empat kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, yang sebesar 2.126 ton atau US$ 2,5 juta.

Asal minyak goreng impor adalah dari India sebesar 7.505 ton atau US$ 4,5 juta, Malaysia 1.393 ton atau US$ 1,6 juta, Australia 293 ton atau US$ 354 ribu, Singapura 126 ton atau 170 ribu, Thailand 100 ton atau US$ 105 ribu, negara lainnya dengan total 4,1 ton atau US$ 18 ribu.

11. Kelapa

Pada Februari 2015, Indonesia tercatat mengimpor kelapa yang volume impornya adalah 60,8 ton, atau US$ 55,4 ribu.

Negara asalnya adalah Thailand 52,2 ton atau US$ 51,2 ribu, Singapura 425 kg atau US$ 543 ton, dan akumulasi negara lain totalnya 8,1 ton atau US$ 3.664.

12. Kentang

Indonesia tercatat mengimpor kentang 3.152 ton atau US$ 1,3 juta di Februari 2015.

Impor berasal dari Jerman 2.196 ton atau US$ 856 ribu, Australia 906 ton atau US$ 444 ribu, dan Vietnam 50 ton atau US$ 28 ribu.

Halaman 2 dari 7
(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads