Data tersebut terangkum dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (6/4/2015).
Datangnya pangan impor berasal dari banyak negara. Mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, hingga Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7. Jagung
|
|
Akumulasi dalam dua bulan tersebut adalah 642.644 ton atau US$ 146,6 juta.
Lalu dari mana saja asalnya?
Paling besar datang dari Brasil dengan volume 153.329 ton atau US$ 34,5 juta. Kemudian adalah Argentina dengan 108.590 ton atau senilai US$ 24,6 juta.
Selanjutnya India, yang memasok 38.444 ton atau US$ 10,7 juta, Filipina 188 ton atau US$ 817 ribu, Thailand 167 ton atau US$ 416 ribu, serta akumulasi negara lainnya dengan total 266 ton atau US$ 142 ribu.
8. Bawang
|
|
Bawang merah, pada Februari 2015 diimpor sebanyak 836 ton atau senilai US$ 263 ribu. Secara keseluruhan, bawang berasal dari Thailand.
Kemudian bawang putih pada bulan yang sama diimpor sebanyak 39.390 ton atau US$ 27,5 juta. Semuanya berasal dari Tiongkok.
9. Cabai
|
|
Untuk cabai jenis kering tumbuk juga diimpor sebanyak 2.001 ton atau US$ 2,5 juta. Impornya berasal dari :
- India 1.585 ton atau US$ 1,8 juta
- China 307 ton atau US$ 509 ribu
- Malaysia 97 ton atau US$ 91,4 ribu
- Jerman 2,1 ton atau US$ 18 ribu
- Thailand 3 ton atau US$ 28 ribu
- Negara lainnya 6,3 ton atau US$ 18,7 ribu
Β
10. Minyak Goreng
|
|
Asal minyak goreng impor adalah dari India sebesar 7.505 ton atau US$ 4,5 juta, Malaysia 1.393 ton atau US$ 1,6 juta, Australia 293 ton atau US$ 354 ribu, Singapura 126 ton atau 170 ribu, Thailand 100 ton atau US$ 105 ribu, negara lainnya dengan total 4,1 ton atau US$ 18 ribu.
11. Kelapa
|
|
Negara asalnya adalah Thailand 52,2 ton atau US$ 51,2 ribu, Singapura 425 kg atau US$ 543 ton, dan akumulasi negara lain totalnya 8,1 ton atau US$ 3.664.
12. Kentang
|
|
Impor berasal dari Jerman 2.196 ton atau US$ 856 ribu, Australia 906 ton atau US$ 444 ribu, dan Vietnam 50 ton atau US$ 28 ribu.
Halaman 2 dari 7











































