Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memuji pengerjaan dan kualitas Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali). Basuki melihat sendiri perkembangan proyek jalan tol yang disiapkan untuk menghadapi musim mudik Lebaran 2015 ini.
Pujian Basuki disampaikan setelah dirinya mencoba sendiri kondisi jalan tol yang memiliki panjang 116,75 kmβ itu dan membandingkannya dengan kondisi terakhir ketika dirinya pertama kali menyambangi lokasi ini.β
Blusukan Basuki dilakukan akhir pekan lalu, dan detikFinance turut serta dalam rombongan. Berikut adalah rangkuman perjalanan Basuki selama kurang lebih 5 jam menyusuri jalan tol yang sebagian fisiknya sudah jadi ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pekerjaan Fisik Sudah 93%
|
|
"Progress sudah 93%β, semua jalan sudah pengerasan. Sebagian lagi bahkan jalanannya sudah jadi. Kita sebut jalan sudah jadi kalau sudah dilapisi beton dan sudah bisa dilalui," jelas Basuki di lokasi proyek, akhir pekan lalu.
Selain fisik bangunan, sejumlah utilitas dan bangunan penunjang seperti pintu tol dan lampu penerangan di sejumlah titik simpang susun dan pagar pembatas jalan pun sudah mulai terpasang.
2. Tinggal 9 Jembatan Belum Tersambung
|
|
Kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakil Direktur Utama Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto melaporkan, saat ini pekerjaan fisik yang memegang kontribusi besar yakni tinggal penyambungan beberapa ruas jumbatan sehingga jalan tol sepanjang 116,75 km ini bisa tersambung sempurna.
"Sepanjang jalan tol ini kita ada 99 buah jembatan, yang belum tersambung tinggal 9 buah saja. Itu karena panjang bentangannya yang paling panjang atau fisik konstruksinya butuh treatment yang khusus. Ini sesuai jadwal, April atau awal Mei sudah selesai," lapor Hudaya, akhir pekan lalu.
Ada pun ruas jembatan yang belum terhubung terletak di Cimanuk, Ciherang, Ciasem, dan sejumlah titik lain dan memiliki panjang jembatan lebih dari 200 meter.β
3. Dilengkapi Area Dagang untuk PKL Pantura
|
|
"Nanti yang dari Pantura, pedagang-pedagang di jalur Pantura itu akan kita masukkan bisa berdagang di rest area," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya ke lokasi proyek, akhir pekan lalu.
Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya Hudaya Arryanto mengatakan, setidaknya ada 8 titik pembangunan rest area yang terbagi dalam 2 tipe yaitu Tipe A dan Tipe B.
"Tipe A kita bangun 4 buah. Dia luasnya 4 hektar, lengkap dengan pom bensin, pujasera, dan lain-lain. Kalau tipe B, cuma 2 hektar. Empat buah juga, tapi tidak ada pom bensinnya. Hanya ada tempat makan dan kamar kecil," beber Hudaya.
Saat ini, lanjut Hudaya, pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan rest area tersebut sehingga belum bersedia menyebutkan berapa banyak PKL yang bisa ditampung di lokasi ini dan berapa biaya sewa yang ditawarkan.
"Kita effort fokuskan ke jalan dan pembangunan fisik dulu. Setelah itu baru kita bisa mulai melakukan seleksi PKL yang bisa masuk," sebutnya.
4. Sangat Nyaman, Menteri Basuki Ngebut 140 km/jam ‎
|
|
Menurutnya, dari tingkat kerataan maupun kekesatan cukup baik. Jalan tidak licin meskipun kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi.
"Ruas jalan yang sudah jadi dilewati sangat nyaman. Tadi saya kecepatan 140 km/jam sangat nyaman. Saya pikir IRI (International Roughness Index/tingkat kekesatan jalan) di bawah 2, dan itu sangat baik," jelas Basuki.
5. Awal Juni, Tol Cikapali Rampung 100%
|
|
"Kita ingat, 2 bulan lalu jalan sebagian besar masih berupa tanah. Sekarang sudah di beton banyak dan banyak juga yang sudah jadi jalan. Saya rasa speed ini patut kita beri apresiasi," tutur dia di lokasi proyek, akhir pekan lalu.
Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya Hudaya Arryanto dalam kesempatan yang sama melaporkan bahwa perkembangan pekerjaan jalan tol ini telah mencapai 93%.
Pekerjaan tinggal menyisakan 5 km jalan berbentuk tanah dan 20 km jalan yang tinggal menunggu pembetonan. Sementara sisanya 91 km sudah dalam bentuk jalan sempurna dan bisa dilalui.
Sementara untuk konektivitas, dari 99 jembatan yang ada di sepanjang jalan tol ini hanya tinggal 9 buah jembatan yang belum tersambung.
"Dengan kecepatan ini, akhir Mei sudah bisa selesai. Juni sudah bisa dilalui, nanti Pak Menteri cek lagi sudah jadi," tegas Hudaya.











































