"Yang dipanggil presiden silakan duluan," kata Pimpinan Rapat Achmad Hafisz Tohir saat memimpin sidang di ruang rapat Komisi VI, DPR Senayan, Senin (6/4/2015).
Selanjutnya sesuai saran para anggota DPR, maka jawaban para menteri dan kepala badan dipersingkat, dan akan disampaikan secara tertulis. Akhirnya rapat diputuskan untuk ditunda alias diskors hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat yang ditutup pukul 17.00 WIB tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala BKPM dan Kepala BSN.
Rapat yang dimulai pukul 10.30 WIB membahas berbagai agenda seperti penguatan industri gula berbasis tebu dalam negeri, pembangunan kawasan ekonomi khusus, kebijakan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, kebijakan penanaman modal hingga peningkatan investasi dalam negeri.
Selama rapat berlangsung, anggota DPR sebagian besar menyoroti perihal gula nasional. Impor gula mentah atau raw sugar dinilai merugikan petani dan industri gula nasional. Kondisi ini dinilai telah berlangsung bertahun-tahun bahkan Komisi VI sempat membentuk panitia kerja gula namun hasil keputusan panja tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
(feb/hen)











































