Ben Baxter seorang pemuda berusia 28 tahun berhasil menaikkan gajinya 31% dalam 3 tahun sejak awal 2012 hingga 2014.
Anak muda ini tidak menghipnotis bosnya di tempat bekerja sehingga gajinya naik. Dia juga bukan ahli negosiasi gaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berganti pekerjaan tiap 6 atau 12 bulan. Ini adalah cara terbaik untuk menaikkan gaji," kata Baxter, dilansir dari CNN, Selasa (7/4/2015).
Menurut Baxter, dia bisa memperoleh pekerjaan dengan gaji 10% lebih besar. Meski tidak selalu sebesar itu kenaikan gajinya.
Lebih sering ganti pekerjaan sama dengan mendapat gaji yang lebih baik, demikian prinsip yang dijalankan Baxter.
Menurut data pemerintah AS, ada hampir 2,8 juta pegawai yang keluar dari pekerjaannya secara sukarela sepanjang Januari 2015. Jumlah ini naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan statistik ini menunjukkan, para pekerja di AS berani keluar dari tempat kerjanya untuk mencari tempat yang menawarkan gaji lebih baik. Pembukaan lowongan kerja juga terus meningkat.
"Bila orang berani keluar dari pekerjaannya, itu berarti mereka percaya diri, dan ini menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja berkembang," kata Ekonom UBS di AS, Kevin Cummins.
Selain Baxter, Mark Bivens juga melakukan hal yang sama. Pria berumur 29 tahun ini telah keluar dari 3 pekerjaan selama 2 tahun. Setelah bekerja 4 tahun di PayPal, Bivens memutuskan keluar di Maret 2013 dan bergabung dengan perusahaan investasi bernama Edward Jones demi mendapatkan kenaikan gaji.
Dari Edward Jones, Biven pindah kerja lagi ke Lincoln Financial. Baru beberapa bulan, dia mendapatkan gaji lebih besar untuk bergabung dengan Vendorin, sebuah perusahaan penyedia jasa pembayaran elektronik.
"Bila ada sesuatu di luar sana, di mana saya bisa mendapatkan uang lebih banyak dan tanggung jawab lebih besar, saya akan mencarinya," kata Biven.
(dnl/hen)










































