Saat ini, dunia hanya ada dua tempat penghasil aspal alam yaitu di Indonesia di Buton dan Trinidad (Kepulauan Karibia).
"Kandungan aspal di Buton ada 3,8 miliar ton. Dari 3,8 miliar ton itu kita perkirakan ada potensi keuntungan Rp 2.301 triliun," kata Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakpus, Selasa (7/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Presiden merespons untuk beri perhatian sebab kebutuhan aspal dunia sangat tinggi," katanya.
Nur menghitung dengan cadangan bahan baku sebanyak 3,8 miliar ton dan yang diekstraksi mencapai 767 juta ton maka bisa memasok kebutuhan dalam negeri selama 360 tahun. Saat ini, China membutuhkan aspal alam sebanyak 18 juta ton, harga ekspor ke China mencapai Rp 18 juta/ton.
"Harga aspal per hari ini itu kurang lebih Rp 11 juta per ton. Dengan demikian berarti ada Rp 22 triliun APBN kita harus pakai untuk beli aspal yang kebanyakan aspal cair dan aspal cair itu diimpor," katanya.
Menurutnya bila potensi aspel bisa dikelola dengan baik, maka Indonesia menguasai pangsa pasar ekspor aspal alam kurang lebih Rp 184 triliun.
"Itu lah yang kami usulkan untuk dapat dukungan terutama dalam hal industri terutama infrastruktur, kelistrikan, dan lainnya. Semoga ke depan bisa mencukupi dalam negeri dan untuk ekspor. Mudah mudahan sesuai komitmen Pak Presiden yaitu di Buton dibuat kebijakan khusus aspal Buton," katanya.
Nur menambahkan potensi di Buton, terkait investor Aspal Buton memiliki izin perusahaan kurang lebih 34 perusahaan yang kebanyakan perusahaan nasional.
"Kita mohon support dukungan terutama dalam hal pengembangan modal Aspal alam jadi aspal cair. Yang memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya
Ia mengatakan potensi sumber daya alam yang ada di Sultra, selain aspal antara lain nikel dan emas.
(hen/hds)











































