Gelar Kongres Tani, Oesman Sapta Angkat Isu Kedaulatan Pangan

Gelar Kongres Tani, Oesman Sapta Angkat Isu Kedaulatan Pangan

- detikFinance
Selasa, 07 Apr 2015 17:51 WIB
Gelar Kongres Tani, Oesman Sapta Angkat Isu Kedaulatan Pangan
Oesman Sapta Odang, Ketua Umum HKTI
Jakarta - Besok, 8 April 2015, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menyelenggarakan kongres di Balai Kartini, Jakarta. Rencananya, kongres ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Oesman Sapta Odang, Ketua Umum HKTI, menyebutkan tema acara tersebut adalah 'Kongres Tani dan Rakernas HKTI: Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Hebat'.

"Pak Jokowi diagendakan hadir dalam pembukaan," ujar Oesman kepada detikFinance, Selasa (7/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutrisno Iwantono, Ketua Harian HKTI, mengatakan acara ini akan dihadiri sekitar 1.500 peserta. Sejumlah menteri Kabinet Kerja, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai perwakilan perbankan juga dijadwalkan hadir.

Iwantono mengatakan, kedaulatan pangan merupakan tema yang cocok dikedepankan saat ini. Menurutnya, kedaulatan pangan adalah upaya untuk mencukupi kebutuhan pangan dari dalam negeri, bukan impor. Pangan juga harus tersedia dengan harga terjangkau, waktu yang tepat, dan lokasi yang mudah diakses masyarakat.

"Jadi jangan seperti beberapa waktu lalu, di mana harga beras sempat naik tinggi karena panennya tidak sesuai perkiraan," tegas Iwantono.

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan, lanjut Iwantono, harus ada insentif. Tujuannya agar kesejahteraan petani meningkat.

"Kalau pendapatan petani tidak naik, tentu tidak mau menanam. Jadi harga harus dijamin agar hasil panen bisa menutup biaya produksi dan ada kelebihan, supaya petani bisa hidup layak," paparnya.

Impor pangan, tambah Iwantono, tentu tidak cocok dengan misi kedaulatan. Oleh karena itu, impor pangan harus dikurangi untuk kemudian dihentikan.

"Komoditas strategis seperti beras, gula, atau daging sapi kalau bisa jangan impor lagi. Harus bisa dipenuhi dari dalam negeri, karena menyangkut kedaulatan bangsa," katanya.

Saat ini, demikian Iwantono, Indonesia baru bisa memenuhi kebutuhan daging ayam seluruhnya dari dalam negeri. Ke depan, daging sapi juga jangan lagi mengandalkan impor.

"Sekarang baru ayam, sapi belum. Jadi pengembangan peternakan sapi harus jadi prioritas," sebutnya.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads