Menteri Susi Ungkap Aparat Thailand Tangkap Kapal Buron Berbendera Indonesia

Menteri Susi Ungkap Aparat Thailand Tangkap Kapal Buron Berbendera Indonesia

- detikFinance
Rabu, 08 Apr 2015 19:31 WIB
Menteri Susi Ungkap Aparat Thailand Tangkap Kapal Buron Berbendera Indonesia
Jakarta - Polisi maritim Thailand berhasil menahan sebuah kapal berbobot 625 Gross Ton (GT) berbendera Indonesia, yang diduga banyak melakukan praktik illegal fishing. Kapal ini sudah dicari sejak lama, dan baru berhasil ditangkap 10 Maret 2015 atas permintaan Interpol.

"Ternyata hari ini juga ada berita dari KBRI Thailand, yang menyebutkan kapal Thaisan atau Kunlun berbendera Indonesia disita di Phuket tanggal 10 Maret lalu, atas permintaan interpol," tutur Susi saat temu media di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (8/04/2015).

Menurut Susi, kapal ini masuk wilayah Pelabuhan Aomakham, Phuket 6 Maret 2015. Kapten kapal diketahui berkewarganegaraan Peru, serta diawaki oleh 4 perwira berkewarganegaraan Spanyol. Di kapal itu juga ditemukan 32 anak buah kapal (ABK) yang semua berstatus WNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Status ABK WNI menunggu proses kepulangan oleh agen pemilik kapal dan dapat dipulangkan setelah proses dokumen diselesaikan. Tetapi saya ingin KBRI segera turun agar segera memulangkan ABK. Jangan menunggu tindakan dari agen kapal. Jangan-jangan nanti dinaikkan ke kapal lain," tambah Susi.

Susi mengakui, kapal Thaisan atau Kunlun memang memiliki banyak masalah terkait praktik illegal fishing. Sebelum bernama Thaisan atau Kunlun, menurut data Maritim Official, kapal ini pernah menggunakan nama-nama lain seperti Black Moon, Galaxy, dan Dorita.

Ternyata selain kerap berubah nama, kapal ini juga sering berganti bendera seperti memasang bendera Korea Utara, Sierra Leone, Tanzania, Panama, Indonesia, Equatorial Guinea.

"Di Februari, Kunlun dan kapal kembarnya Yong Din pernah dikejar oleh kapal patroli Australia Barat, dan kapal konservasi milik Sea Shepherd Conservation Society, lalu akhirnya lari ke Asia Tenggara hingga tertangkap di Thailand," kata Susi.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads