Stasiun Kereta Lebih 'Canggih' daripada Bandara Soal Penjualan Tiket

Stasiun Kereta Lebih 'Canggih' daripada Bandara Soal Penjualan Tiket

- detikFinance
Senin, 13 Apr 2015 13:00 WIB
Stasiun Kereta Lebih Canggih daripada Bandara Soal Penjualan Tiket
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) selaku operator kereta api telah menyediakan fasilitas penjualan dan pemesanan tiket otomatis seperti sebuah mesin ATM tiket atau familiar disebut Vending Machine Ticket. ATM tiket ini telah beroperasi di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat.

Fasilitas ini bisa menjadi alternatif bagi pengguna jasa kereta untuk membeli dan memeasan tiket tanpa perlu antre di loket stasiun serta membatasi ruang gerak para calo dan joki tiket.

Apakah layanan tersebut sudah ada di moda lain seperti pesawat terbang, terkait penjualan tiket di bandara-bandara di Indonesia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan fasilitas ATM tiket otomatis ini baru tersedia pada moda transportasi kereta saja.

Penjualan tiket kereta api juga sudah bisa dengan sistem online, tak kalah dengan sistem penjualan tiket pesawat terbang. Bahkan di bandara kini sudah tak ada lagi pembelian tiket di terminal untuk menekan praktik calo, sedangkan di stasiun sudah pakai Vending Machine Ticket.

"Ini pertama. Dugaan saya, moda angkutan lain (seperti pesawat), belum ada elektronik kios (ATM tiket)," kata Edi saat peluncuran E-Kiosk di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).

Edi menilai fasilitas yang bernama e-kiosk tersebut cukup banyak menyedot pengguna jasa kereta. Dalam 1 bulan, 2 mesin ATM tiket di Stasiun Senen bisa melayani hingga 1.200 transaksi. Dalam 1 transaksi bisa membeli hingga 4 tiket sekaligus.

"Di Stasiun Senen dalam 1 bulan bisa 1.200 kali transaksi. Kita tanam 2 di Gambir kemudian bersambung ke Bogor, Manggarai, Bekasi hingga Bandung," sebutnya.

Hasil evaluasi tim KAI dan pihak pengembang mesin ATM tiket, pengguna jasa mayoritas lebih memilih menggunakan transaksi pembayaran memakai uang tunai daripada fasilitas e-money dan kartu debit. Para penumpang didorong menggunakan alat pembayaran non tunai demi keamanan.

"Saat ini bayar pakai cash, ke depan shifting kartu untuk keamanan. Kalau beli satu nggak apa-apa, kalau beli 10 kan bahaya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial PT KAI Bambang Eko Martono mengatakan fasilitas ATM tiket tersebut nantinya diperluas pada stasiun besar di Pulau Jawa. Untuk menghadapi musim mudik tahun 2015, KAI akan memasang mesin ATM tiket pada 70 stasiun besar.

"Sebelum Lebaran terpasang di 70 stasiun besar," tuturnya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads