Menko Sofyan Ceritakan 'Oleh-oleh' dari Kunjungan ke Rusia

Menko Sofyan Ceritakan 'Oleh-oleh' dari Kunjungan ke Rusia

- detikFinance
Senin, 13 Apr 2015 14:14 WIB
Menko Sofyan Ceritakan Oleh-oleh dari Kunjungan ke Rusia
Sofyan Djalil, Menko Perekonomian
Jakarta - Menko Perekonomian Sofyan Djalil pekan lalu berkunjung ke Rusia dalam pertemuan Business Forum Indonesia-Rusia, yang berlangsung di kota Kazan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kalangan pebisnis dan pemerintahan dari Rusia.

Forum bisnis ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian pertemuan bilateral tahunan pejabat tinggi Indonesia dan Rusia yaitu Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-10 Indonesia-Rusia. Dalam agenda tersebut, ada dua hal yang menjadi fokus kedua belah pihak yaitu perdagangan dan investasi.

Sofyan menjelaskan, nilai perdagangan antar kedua negara masih relatif kecil yaitu US$ 2 miliar. Pernah ada target untuk mencapai US$ 5 miliar, namun sepertinya masih sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perdagangannya sekarang ini kalau kita lihat ekspor-impor Rusia ke Indonesia dan sebaliknya adalah sekitar US$ 2 miliar. Itu masih sangat kecil. Kita pernah punya target bagaimana bisa mencapai US$ 5 miliar pada 2015, walaupun itu nggak bisa dicapai," kata Sofyan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Meski demikian, lanjut Sofyan, sudah ada upaya untuk meningkatkan perdagangan Indonesia-Rusia. Masing-masing negara bisa mengekspor produk andalannya.

"Kita kemarin membawa banyak manufaktur dari Indonesia supaya mereka punya ekspor ke Rusia. Sedangkan ekspor Rusia ke Indonesia adalah persenjataan dan teknologi tinggi," terangnya.

Untuk investasi, Sofyan mengakui belum adanya komitmen baru yang disepakati. Beberapa investasi yang sekarang tengah digarap di antaranya adalah proyek rel kereta api di Kalimantan Timur dan pabrik pengolahan (smelter) alumina di Kalimantan Barat.

"Kemudian mereka ada perusahaan listrik, powerplant yang berbahan gas. Termasuk untuk membikin fasilitas perakitan manufaktur di sini, dan kemudian kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan lain-lain," kata Sofyan.

Dalam kunjungan tersebut, Sofyan juga menyambangi pabrik helikopter Rusia, Kazan Helicopter Plant JSC. Pabrik itu merupakan salah satu pabrik helikopter terbesar dunia.

Sofyan mengaku terpana saat berada di pabrik tersebut. Selain pabriknya yang sangat luas, juga dilengkapi dengan teknologi canggih.

"Saya kan pertemuan di Kazan, dan di sana adalah pusat produksi helikopter. Saya diajak melihat helikopter," ungkapnya.

Ia menuturkan beberapa helikopter yang berada di Indonesia juga diketahui berasal dari pabrik tersebut.

"Saya tahu bahwa angkatan bersenjata kita membeli helikopter dari pabrik itu. Ada beberapa yang mereka beli. Mereka tunjukkan pas saya sedang berada di Kazan," terangnya.

Meski demikian, Sofyan memastikan tidak ada pembicaraan bisnis antar kedua negara. "Saya tidak bicara sama sekali tentang bisnis helikopter," ujarnya.

(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads