Barang Palsu Software, Harga Asli 50 Kali dari yang Abal-abal

Barang Palsu Software, Harga Asli 50 Kali dari yang Abal-abal

- detikFinance
Senin, 13 Apr 2015 18:04 WIB
Barang Palsu Software, Harga Asli 50 Kali dari yang Abal-abal
Jakarta - Produk perangkat lunak atau software termasuk produk yang paling banyak ditiru selain tas atau jam tangan. Perbedaan harga antara produk software asli dengan palsu, harganya bisa beda 50 kali lipat.

Bagi masyarakat Jakarta, pusat perbelanjaan Harco Mangga Dua, Jakarta Barat, sudah identik dengan pusat penjualan software. Di sini banyak produk software bajakan yang dijual oleh para pedagang.

Ardy salah satu penjual software di Lantai 2 Harco Mangga Dua mengatakan harga jual produk software bajakan jauh lebih murah daripada produk asli

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang bajakan harganya Rp 30.000, Yang asli harganya jauh lebih mahal. Kita jual berbagai produk mulai dari games, Install Program seperti Windows, Microsoft dan lain-lain," kata Ardy kepada detikFinance, pekan lalu.

Mahalnya harga software asli membuat para pembeli lebih banyak memilih software palsu. Ardy mengungkapkan pembeli software palsu didominasi mahasiswa, pekerja kantoran, pengusaha warung internet (warnet) hingga bisnis percetakan.

"Tetapi paling banyak mahasiswa sama pengusaha warnet. Karena mereka kan aktif mencari games terbaru dan produk program terbaru," imbuhnya.

Menurut Ardy, hitungan harga software yang asli tergantung pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini karena mayoritas produk software yang asli diimpor langsung dari Singapura.

"Harganya tergantung dolar, sekarang dolar hampir Rp 13.000/US$ jadi harganya cukup tinggi," sebutnya.

Berikut harga jual software asli:



  • Microsoft Windows 7 Home Basic 32 Bit Rp 1,3 juta
  • Microsoft Windows 7 Home Basic 64 Rp 1,1 juta
  • Microsoft Windows 7 Starter Edition Rp 900.000
  • Microsoft Windows 8 Pro 32 Rp 1,4 juta
  • Microsoft Windows 8.1 32 Rp 1,5 juta
  • Microsoft Windows 8.1 64 Rp 1,5 juta

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads