βPelabuhan ini dibangun sejak 2010 dengan total investasi sekitar Rp 4,5 triliun. PT Pelindo III (Persero) merupakan operator pelabuhan ini melalui perusahaan PT Teluk Lamong.
Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto mengklaim pelabuhan ini sangat berbeda dengan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia pada umumnya. Aspek yang membedakan salah satunya adalah sistem komputerisasi dari pengoperasian fasilitas pengangkut crane di pelabuhan seluas 38 hektar (tahap I) pelabuhan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky tampak serius mendengarkan paparan Djarwo, namun dia tak bisa menyembunyikan wajah kagumnya terhadap pelabuhan modern ini. Pelabuhan Teluk Lamong semuanya dibangun dengan sistem reklamasi, di atas laut kawasan Selat Madura. Itu pun salah satu faktor yang membedakan pelabuhan ini berbeda dengan pelabuhan lain di Indonesia.
Untuk mendukung arus pergerakan barang antar pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Teluk Lamong sendiri, Djarwo mengatakann bakal dibangun monorel pengangkut kontainer khusus sepanjang 13 km, yang tercakup dalam masterplan pembangunan pelabuhan ini selain kereta api.
"Ini akan menjadi pertama di dunia, mengangkut kontainer pakai monorel," tutur Djarwo berbangga.
(zul/hds)











































