Amran menjelaskan, dirinya saat ini tengah bekerja keras untuk melakukan tugasnya membenahi sektor pertanian.
"Saya tidak bisa hadir 3 kali dipanggil DPD, karena kita kerja, kerja, kerja. Kalau saya datang rapat dulu dengan DPD, tambahan lahan 700.000 hektar (sawah) atau tambahan produksi 4 juta ton (padi) itu nol. Pilih mana," jelas Mentan di depan anggota Senator, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2105).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada PPL (penyluh pertanian lapangan) umurnya 50 tahun ke atas. Jadi 27.000 penyuluh di Indonesia umurnya tua-tua. Saya mentannya umur 40-an tahun, semangatnya beda dengan penyuluh yang 60 tahun," kata Amran.
Selain soal penyuluh ini, Amran juga mengatakan, pemerintah akan membagikan 30.000 traktor dalam 3 bulan secara gratis kepada gabungan kelompok petani.
"Di 2012, traktor yang dibagi hanya 2.000. Ini 30.000," kata Amran.
"Kita bagi kita angkut ke masing-masing gapoktan (gabungan kelompok petani). Tapi ditulis di media traktor bantuan Jokowi ditarik. Memang harus diangkut karena traktor tidak bisa jalan sendiri untuk sampai ke gapoktan. Ini menyita pikiran kami berminggu-minggu, ganggu kita kerja. Padahal rakyat menunggu kerja kita," tutur Amran.
(dnl/hen)











































