Kepala BPS Suryamin menuturkan, ikan adalah produk yang cukup menjanjikan untuk diekspor. Bisa sekaligus nantinya mendorong neraca perdagangan ke arah surplus.
"Ikan ini ekspornya besar sekali, nilainya US$ 242,22 juta. Kalau bisa digenjot ini bagus sekali," ujarnya dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lihat saja surplusnya kan besar. Bagus buat Indonesia," sebutnya.
Pada 2014, ekspor ikan tercatat US$ 1,1 miliar sementara impornya US$ 138,3 juta. Dengan begitu, neraca perdagangan ikan surplus US$ 949,3 juta.
Namun, Suryamin berharap ekspor ikan Indonesia jangan hanya berupa mentah. Dia ingin produk ikan olahan yang menjadi andalan ekspor Indonesia.
"Jadi nilainya bisa lebih dari yang sekarang. Bisa meningkatkan ekspor lebih besar juga kan nantinya," tutur Suryamin.
(mkl/hds)











































