Konsekuensinya, Amran mengaku harus kerja keras mengejar target hingga harus mengorbankan waktu tidurnya.
"Saya sangat yakin kita bisa swasembada pangan dalam waktu 3 tahun," ujar Amran saat Rapat Kerja dengan DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadis tersebut bilang ke sana, 'rambut saya sudah putih dua tahun lagi pensiun, judul swasembada 3 tahun ini judul lama sudah 15 tahun lalu tapi sampai sekarang tidak tercapai, dari rambut saya hitam sampai putih juga nggak tercapai'," ungkap Amran menirukan apa yang diungkapkan oleh sang kepala dinas.
"Tapi boleh ini judul lama, tapi cara kita berbeda, kita kebut semua, kita tidur saja bisa hanya 3 jam saja sehari, jam 3 subuh saya sering telepon kadis, jangan sampai program tidak dijalankan, ayo bersama-sama kita kejar swasembada pangan ini untuk rakyat kita," tegasnya.
Ia mengatakan, untuk mengejar target tersebut, dirinya sudah melakukan 9 langkah utama untuk melakukan upaya khusus untuk percepatan swasembada dan peningkatan produksi, yakni:
- Penyederhanaan proses lelang bibit dan pupuk menjadi Penunjukan Langsung melalui Perpres Nomor 172/2014 dan Perpres 4/2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa.
- Penyelesaian Surat Edaran Bersama (SEB) antara Mentan, Menteri PU dan PERA, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BPKP.
- Pelaksanaan Kegiatan refocusing 2015
- Penyelesaian DIPA APBN-P 2015 yang telah terbit awal Maret 2015
- Penandatanganan MoU dengan TNI AD
- Penandatanganan MoU dengan Universitas
- Membangun Komitmen dengan Pemerintah Daerah
- Mendorong penerbitan HPP (Harga Patokan Pemerintah) gabah/beras
- Koordinasi intensif dengan berbagai pihak
Dari sembilan upaya khusus tersebut, saat ini Kementan sudah merealisasikan anggaran rehabilitasi jaringan irigasi tersier mencapai 808.790 hektar dari target 1,5 juta hektar.
"Jaringan irigasi kita itu total 1,5 juta hektar, sebagian besar rusak. Sekarang anggaran perbaikan sudah teralisasi 53,92% atau sudah terealisasi untuk perbaikan 808.790 hektar," ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini juga sudah tersedia benih unggul bersertifikat sebanyak 77.000 ton yang sebagian masih dalam proses pengadaan dan distribusi ke petani.
"Sudah terealisasi pengadaan dan distribusi pupuk sebanyak 1,69 juta ton dan memperkuat penyuluh dengan pelibatan mahasiswa/dosen, Babinsa, penyuluh swadaya, dan lainnya di 514 kabupaten/kota," tambahnya.
Terkait bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang akan diberikan ke petani atau gapoktan tahun ini, yakni:
- Traktor R2 sebanyak 26.100 unit
- Traktor R4 sebanyak 1.500 unit
- Pompa air sebanyak 9.178 unit
- Rice transplanter (mesin penanam) sebanyak 5.000 unit
- Combine harvester (mesin pemanen) sebanyak 2.790 unit
- Power Thresher (mesin perontok) kedelai sebanyak 1.500 unit
- Corn sheller sebanyak 2.000 unit
- Dryer kap 3-6 ton bahan bakar biomassa sebanyak 390 unit
- Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi sebanyak 945 unit.
"Total Alsintan yang sudah kita bagikan sebanyak 30.000 unit dari target total 60.303 unit," tutupnya.
(rrd/hen)











































