Pembahasan ini semakin serius karena pemerintah sudah mulai melibatkan pihak operator Jalan Tol Merak-Tangerang 72 Km yakni PT Marga Mandalasakti (MMS).
"Sudah sejak awal pekan ini. Kami sudah dilibatkan dalam pembahasan terkait penghubung Tol Merak denganβ gerbang Pelabuhan Merak," ujar Direktur Utama Marga Mandalasakti (MMS) Wiwiek D Santosoβ di Pulau Dua Resto, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dilibatkan masih pembahasan desain apakah akan jadi jalan tol atau hanya pelebaran ruas jalan yang ada sepanjang 3 Km. Kita juga masih bahas apakah nanti bentuknya melayang atau tidak," katanya.
Selain menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah, MMS juga melakukan pembahasan di internal perusahaan. Ia meyakinkan apabila nantinya diputuskan untuk dibangun jalan tol maka pihaknya siap menerima tanggung jawab pengelolaan jalan tol baru.
"Kita masih tunggu kajian soal lokasi gerbangnya. Soalnya di Pelabuhan Merak juga mau ada penambahan dermaga panjangnya 5 Km. Itu yang dibahas di internal kami. Kami tunggu itu karena nggak mau dong salah arah pembangunannya nanti. Tapi kalu kami ditunjuk, karena itu penugasan tentu akan kami laksanakan," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah sedang menyiapkan pembangunan tol baru di Merak, Cilegon, Banten dalam rangka mendukung konektivitas di Selat Sunda terkait program 'tol laut' Presiden Jokowi.
Tol baru sepanjang 3 Km ini akan menghubungkan ruas tol Tangerang-Merak yang sudah ada dengan Pelabuhan Merak. Lokasinya dari Tanjung Gerem sampai ke Pelabuhan Merak.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Achmad Ghani Gazali mengatakan, rencananya keberadaan tol ini akan memberi akses langsung dari jalan tol menuju pelabuhan.
Dengan kata lain, truk kontainer yang mengangkut logistik dari Sumatera menggunakan penghubung laut kapal laut bisa langsung terhubung dengan akses jalan darat melalui jaringan tol hingga ke Tol Trans Jawa.
β
(dna/hen)











































