Penyebabnya adalah penurunan penjualan Barbie sebesar 14% di seluruh dunia. Pamor Barbie memang terus anjlok karena banyaknya pesaing.
Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Minggu (19/4/2015), Mattel mencatat kerugian hingga US$ 58,2 juta (Rp 756,6 miliar) selama kuartal I-2015. Membengkak lebih dari 4 kali lipat dibandingkan kuartal I-2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengembalikan kembali popularitas Barbie, Mattel telah mengganti CEO dari Bryan Stockton dengan Christopher Sinclair.
"Kami telah melihat adanya perkembangan dengan produk unggulan seperti Barbie dan Fisher-Price. Saya yakin kami telah membuat perubahan agar bisa lebih baik lagi," kata Sinclair.
(hds/hds)











































