Popularitas Barbie Turun, Produsennya Rugi Rp 756 Miliar

Popularitas Barbie Turun, Produsennya Rugi Rp 756 Miliar

- detikFinance
Minggu, 19 Apr 2015 11:30 WIB
Popularitas Barbie Turun, Produsennya Rugi Rp 756 Miliar
Boneka Barbie (BBC)
Jakarta - Mattel, produsen mainan papan atas asal Amerika Serikat (AS), sedang mengalami masa sulit. Selama Januari-Maret 2015, penjualan produsen boneka Barbie ini turun 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyebabnya adalah penurunan penjualan Barbie sebesar 14% di seluruh dunia. Pamor Barbie memang terus anjlok karena banyaknya pesaing.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Minggu (19/4/2015), Mattel mencatat kerugian hingga US$ 58,2 juta (Rp 756,6 miliar) selama kuartal I-2015. Membengkak lebih dari 4 kali lipat dibandingkan kuartal I-2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barbie, yang telah berusia 56 tahun, menghadapi kompetisi ketat dengan mainan lain seperti karakter dari film Frozen (Walt Disney) atau produk pesaing seperti dari Hasbro dan Lego. Penjualan Barbie begitu mempengaruhi Mattel, sebab boneka ini menyumbang sekitar 25%.

Untuk mengembalikan kembali popularitas Barbie, Mattel telah mengganti CEO dari Bryan Stockton dengan Christopher Sinclair.

"Kami telah melihat adanya perkembangan dengan produk unggulan seperti Barbie dan Fisher-Price. Saya yakin kami telah membuat perubahan agar bisa lebih baik lagi," kata Sinclair.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads