Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, kondisi ini akan ikut mengurangi pengeluaran yang sudah dianggarkan pemerintah. Tercatat total dana yang tersedia adalah Rp 200 miliar.
"Ini kan banyak kepala negara yang nggak bisa hadir. Jadi kita akan berkurang dari sisi protokoler, yang tadinya kepala negara menjadi perdana menteri, yang kemudian diganti dengan menteri senior," ungkap Pratikno di sela-sela acara KAA di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (19/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak berarti kemudian Rp 0 juga dari sisi anggaran. Tapi dari sisi keprotokoleran menjadi turun," jelasnya
Seperti untuk kebutuhan hotel. Bila yang hadir adalah kepala negara, tentu disediakan hotel dengan kelas paling bagus. Begitu juga dengan iring-iringan pengamanan kendaraan.
"Kalau tadinya presidential suite menjadi suite. Iringan mobil dari 9 menjadi berkurang. Kalau presiden kan satu romobongan 9 mobil," tutur Pratikno.
Menurutnya, sisi efisiensi tetap akan menjadi keharusan bagi pemerintahan meskipun di tengah perhelatan KAA 2015.
"Harus tetap efisien. Kemudian kita dari awal fokus untuk melibatkan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), karena penting untuk akuntabilitas," pungkasnya.
(mkl/hds)










































