Menurut Direktur Keuangan KAI, Kurniadi Atmosasmito, saat ini harga tiketnya KRL Bandara tersebut masih dihitung tapi perkiraan awal sebesar Rp 100.000 sekali jalan.
"Tarif sekitar Rp 100.000 sekali jalan, lama perjalanan sekitar 57 menit," katanya usai MoU di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarif KRL Bandara ini jauh lebih mahal dibandingkan KRL biasanya yang hanya Rp 2.000 untuk 25 km pertama. Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto memberikan alasannya.
"Kita menawarkan kepastian waktu. Lima sampai 10 tahun lagi jalan ke Bandara Soekarno-Hatta bakal macet bukan main. Dari kantor saya saja ke sana bisa 2,5 jam," ujar Heru.
Proyek ini akan mulai dibangun pada Juli 2015. Saat ini pembebasan lahan sudah selesai dilakukan dan tinggal sertifikasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Menurut Heru, ini merupakan proyek pertama KAI dan Railink yang membebaskan lahan masyarakat, bukan lahan milik pemerintah atau milik KAI sendiri.
"Kalau di (Bandara) Kualanamu itu lahan-lahan pemerintah dan KAI, kalau yang ini murni tanah warga tapi pembebasan bisa cepat. Kita sudah mulai bebaskan tanah dari 2013," ujarnya.
(ang/dnl)











































