Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Apr 2015 17:05 WIB

Peringatan 60 Tahun KAA

Perusahaan Makanan RI Ini Getol Investasi di Afrika

- detikFinance
Jakarta -

Tidak banyak pelaku usaha di Indonesia yang mau berinvestasi di Benua Afrika. Namun hal itu tidak berlaku bagi PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Produsen Indomie ini adalah salah satu perusahaan Indonesia paling sukses di Benua Afrika. Setelah membangun pabrik di Mesir, Nigeria, dan Sudah, Indofood kembali akan membuka 2 pabrik lagi di Afrika.

"Indofood adalah salah satu perusahaan Indonesia paling sukses di Afrika. Sudah membangun 3 pabrik, dan mereka kembali akan membangun di Afrika Selatan dan sedang melakukan negosiasi kemungkinan membuka pabrik di Mozambique," ungkap Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto itu saat berdiskusi di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/04/2015).

Pria yang akrab disapa SBS itu menambahkan, selama ini Indomie cukup dikenal oleh masyarakat Afrika. Bahkan pada 2014, penjualan produk mi instan yang dihasilkan dari salah satu pabriknya di Nigeria membukukan pendapatan US$ 1 miliar (Rp 13 triliun).

"Orang sana suka makan Indomie. Bahkan orang Nigeria bilang Indofood produk mereka," ujar SBS.

Dengan keberhasilan yang dicapai Indofood, SBS meminta para pelaku usaha di dalam negeri harus lebih serius melihat pasar Afrika. Saat ini nilai perdagangan Indonesia-Afrika baru mencapai US$ 10,7 miliar, lebih rendah dari apa yang dilakukan China-Afrika US$ 200 miliar dan India-Afrika US$ 70 miliar.

Sementara itu pasar Afrika terutama Nigeria dan Afrika Selatan cukup besar. Misalnya pendapatan per kapita penduduk Nigeria cukup besar yaitu US$ 3.500 dengan jumlah penduduk 135 juta orang. Pendapatan per kapita negara Afrika Selatan jauh lebih besar yaitu US$ 6.500.

"Selain Indofood memang ada beberapa perusahaan Indonesia yang sukses di Afrika seperti Indorayon, Indorama Kalbe, dan Sinar Mas juga ada. Produk yang bagus itu tekstil permintaan di sana cukup besar. Mereka (orang Afrika) ini kalau ke sini borong di Tanah Abang. Jadi kita harus lebih ofensif," saran SBS.

(wij/hds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com